Home Dunia Islam Para Sahabat Terbaik Nabi Muhammad yang Wafat Karena Wabah

Para Sahabat Terbaik Nabi Muhammad yang Wafat Karena Wabah

SHARE
umar dan wabah

Kita jangan merasa aman dari ujian yang datang dari Allah, hanya karena kita sering sujud, sering dakwah, sering mengajar, pendahulu kita banyak yang wafat karena wabah dan mereka lebih shaleh dan lebih alim dari kita.

1. Abu Ubaidah Al-Jarrah adalah kepercayaan Nabi dalam memegang amanah, wafat karena tha’un yang sebelumnya sudah diminta oleh Umar untuk keluar dari Amwas tapi menolak dan tetap di Amwas dan menasihati manusia agar tetap tinggal seraya memberi kabar gembira bahwa thaun adalah rahmat untuk kalian, setelah wafatnya digantikan oleh Muadz bin Jabal.

2. Muadz bin Jabal, pemimpinnya alim ulama pada hari kiamat nanti, yang paling faham akan halal dan haram, juga wafat karena thaun ini.

3. Syurahbil bin Hasanah yang menaklukkan Damaskus juga wafat karena thaun ini.

4. Amr bin Ash pun tinggal di Amwas, setelah wafatnya Muadz bin Jabal beliau meminta orang-orang tidak berkumpul dahulu dan berpisah-pisah, sehingga Allah angkat wabah ini.

Pelajaran :
1. Sepatutnyalah kita merasa kecil dan hina di sisi Alloh, tidaklah pantas sombong dengan ketaatan kita dalam menolak wabah ini, mereka sahabat diatas adalah para pemberani, ulama, jujur dan tidak diragukan lagi bagaimana kuatnya iman mereka.

Baca Juga:   Proxy War Libya Seperti Suriah Kah?

2. Ketika mereka positif terkena wabah mereka tetap bertahan di tempatnya dan tidak keluar daerahnya, sabar menunggu keputusan Alloh, entah itu sembuh atau mati syahid, bukannya keluar dan menularkannya kepada orang lain.

3. Social distancing atau tidak berkumpul dahulu dengan manusia bukan bid’ah dan bukan perkara yang merusak keimanan, mereka yang menyetujui ini adalah sisa sahabat Nabi yang ada di Amwas dan di Hijaz saat itu, juga murid murid sahabat yaitu Thabi’in.

SHARE
Previous articleHusni Mubarak 30 Tahun Berkuasa di Mesir
Next article10 Wasiat Agar Terhindar dari Virus Corona
Direktur Eksekutif Lembaga Manajemen LP2U yang bergerak di bidang pemberdayaan manusia (Human Resources). Selain sebagai widyaiswara di Kementerian Keuangan dan Dosen STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), aktivitas ayah dari enam orang anak ini juga menjadi trainer pelatihan tentang manajemen dan kepemimpinan dengan lebih dari 3000 jam pelatihan, penceramah dan pembicara di berbagai seminar. Peraih gelar Magister Manajemen (MM) dan Master of Bussiness Administration (MBA) ini aktif di berbagai kegiatan dan organisasi Islam sejak mahasiswa tahun pertama. Aktif membina berbagai halaqoh sejak 1988. Selain buku 'Burn Yourself', buku yang telah dihasilkan antara lain: serial Manajemen Haraki, 77 Problematika Aktual Halaqoh I, Breaking The Time, Murobbi Sukses, Kreatifitas Plus dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here