3. Membaca Kondisi
Dalam banyak peperangan Nabi merumuskan strategi militer dengan sangat baik berdasarkan kemampuannya membaca kondisi geografis. Selain itu juga bisa menghitung kekuatan, mobilitas, semangat juang dan titik lemah strategi musuh. Strategi perangnya diputuskan setelah beliau membuat penilaian terhadap seluruh faktor yang menentukan kesuksesan operasi militer.
4. Serangan Kejutan
Rasulullah sangat memerhatikan pentingnya efek psikologis serangan kejutan. Demikian pula dengan kerahasiaan gerakan, kecepatan dan mobilitas kekuatan dalam pertempuran. Beliau mengirim patroli pengintai dan patroli tempur khusus ke sekeliling area pertempuran dan wilayah-wilayah strategis lainnya.
Pasukan inteligen pun dibentuk untuk mendapatkan rencana rahasia musuh. Nabi juga membentuk pasukan khusus yang menjalankan tugas-tugas rahasia. Pergerakan pasukan khusus ini juga tidak sekadar mencari informasi namun juga dilatih melakukan serangan tiba-tiba.
Dengan strategi ini, Rasulullah bisa menghemat biaya operasi militer sekaligus meminimalisasi yang jatuh di kedua belah pihak. Patroli kerap dilakukan untuk menangkap musuh dengan tiba-tiba. Langkah ini bisa membuatnya menggandeng musuh untuk berdamai tanpa harus terlibat pertempuran.
Jika mereka mencoba melarikan diri, pasukan Muslim diperintahkan tidak melakukan pengejaran. Karena tujuan perang bukan untuk membunuh melainkan untuk menghancurkan dan menghambat perlawanan mereka terhadap kaum Mukmim.
5. Blokade Ekonomi
Muhammad juga melalukan blokade ekonomi kepada kaum kafir Quraisy agar mereka bisa diajak menempuh jalur damai. Untuk menghindari pertumpahan darah, para kepala suku dan pimpinan militer musuh dan memusuhi Islam dan menyesatkan rakyatnya terlebih dulu dibunuh oleh unit komando khusus. Sementara seluruh suku warga tersebut dibebaskan.
Muhammad umumnya sukses mengoptimalkan seluruh elemen strategi perangnya dalam menghadapi musuh. Diapun jarang memberi kesempatan kepada musuh untuk melakukan serangan balik terhadapnya. Beliau selalu merahasiakan rencana serangannya dan tak pernah membiarkan musuh mengetahui strateginya hingga pertempuran berlangsung.



























