Home Dunia Islam Permainan Ibu Guru

Permainan Ibu Guru

SHARE
[Photo/China Daily]

Ibu guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan agama.

Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Ibu guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”.
Jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “penghapus!”

Murid-muridnya pun mengikuti.

Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan….!
Jika saya angkat kapur,
maka berserulah “Penghapus..!”, Jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur..!!!”.

Maka permainan diulang kembali.

Pada mulanya murid-murid merasa kagok dan sering keliru.

Namun lambat laun, mereka sudah terbiasa dan tidak kagok lagi.

Selang beberapa saat permainan pun berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

“Anak-anak…begitulah umat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil.

Baca Juga:   Terinspirasi Surat Ar-rahman Dosen UMM Ini Ciptakan Drone

Namun kemudian, orang yang tidak suka dengan Islam akan berupaya melalui berbagai cara untuk menukarkan yang haq itu menjadi batil dan yang batil itu menjadi haq.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal tersebut. Dan kalian mulai dapat mengikutinya.

Mereka tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika kebenaran agamamu.

Contohnya:
– Keluar pacaran, mesra-mesraan tidak lagi menjadi asing,
– Zina tidak lagi jadi persoalan,
– Pakaian seksi menjadi hal yang lumrah,
– Seks sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend,
– Materialistik kini menjadi suatu gaya hidup,
– Korupsi menjadi budaya, bahkan kebanggaan,
– Ikut pengajian dianggap calon ekstrimis dan radikal
– Membakar simbol-simbol Islam malah sok NKRI
– dan lain lain.

Tanpa disadari kalian sedikit demi sedikit menerimanya.

Paham…….??” tanya bu guru kepada murid-muridnya.

“Paham bu guru!” jawab murid-muridnya.

“..Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Surat Al-Baqarah, Ayat 217).

Baca Juga:   Haru, Pasangan Ini Menikah Hanya dengan Mahar Segelas Air Putih
SHARE
Previous articleSeberapa Islami Negara Islam?
Next articleSejarah dan Peran Banser NU dalam Penumpasan PKI bersama ABRI
Direktur Eksekutif Lembaga Manajemen LP2U yang bergerak di bidang pemberdayaan manusia (Human Resources). Selain sebagai widyaiswara di Kementerian Keuangan dan Dosen STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), aktivitas ayah dari enam orang anak ini juga menjadi trainer pelatihan tentang manajemen dan kepemimpinan dengan lebih dari 3000 jam pelatihan, penceramah dan pembicara di berbagai seminar. Peraih gelar Magister Manajemen (MM) dan Master of Bussiness Administration (MBA) ini aktif di berbagai kegiatan dan organisasi Islam sejak mahasiswa tahun pertama. Aktif membina berbagai halaqoh sejak 1988. Selain buku 'Burn Yourself', buku yang telah dihasilkan antara lain: serial Manajemen Haraki, 77 Problematika Aktual Halaqoh I, Breaking The Time, Murobbi Sukses, Kreatifitas Plus dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here