Keduanya laksana dua sisi koin yang saling terkait. Oleh karenanya mengadopsi Sumpah Hipokrates yang digunakan para dokter, ada pula Sumpah Nightingale untuk para perawat yang digunakan pertama kali di tahun 1893, tiga tahun setelah Nightingale meninggal dunia. Hingga kini, 12 Mei selalu dikenang sebagai Hari Perawat Sedunia atas jasa mulia Nightingale.
“I solemnly pledge myself before God and in the presence of this assembly, to pass my life in purity and to practice my profession faithfully. I will abstain from whatever is deleterious and mischievous, and will not take or knowingly administer any harmful drug. I will do all in my power to maintain and elevate the standard of my profession, and will hold in confidence all personal matters committed to my keeping and all family affairs coming to my knowledge in the practice of my calling. With loyalty will I endeavor to aid the physician in his work, and devote myself to the welfare of those committed to my care.”
Perawat Masa Depan
Dengan jumlah Akademi Keperawatan (Akper) yang lebih dari 1.000 dan sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu, jumlah total perawat di Indonesia kini mencapai 225.000 orang. Tentu saja Perawat masa depan diharapkan yang mengetahui peran, tanggung jawab, dan wewenangnya supaya tidak menyalahi aturan namun tetap bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, baik yang sehat maupun yang sakit.
Perawat profesional juga harus bekerja sama dan berjalan sinergi antar kelompok, baik dari pendidik, peneliti, pengelola, maupun pelayan. Setiap kelompok saling menghargai supaya tidak lagi saling menyalahkan.
Semuanya dapat memajukan dunia keperawatan di ranah masing-masing. Begitu juga hubungan dengan profesi lain dalam tim kesehatan. Setiap profesi mempunyai peran, tanggungjawab dan wewenang masing-masing. Alangkah baiknya jika kita setiap profesi berintegrasi agar tercapai kepuasan pasien dan juga kepuasan tim tenaga kesehatan. Tindakan terintegrasi dapat tercipta jika setiap profesi saling memahami dan menghargai peran dan tanggungjawab perawat .
Selain itu, tak akan ada lagi rasa bersaing antar tenaga kesehatan karena setiap profesi mempunyai lahan praktik masing-masing. Dokter mengobati penyakit, perawat mengatasi respons terhadap penyakit, dan profesi lain juga mempunyai identitas khas profesinya.
Mungkin anda pernah mendengar kasus tuntutan hukum terhadap perawat di daerah terpencil yang memberikan pengobatan karena tidak adanya dokter di tempat tersebut.



























