Pendidikan untuk perawat pertama kali dimulai di Indonesia dengan adanya SPK (Sekolah Petugas Kesehatan), setingkat SMA namun dengan penjurusan kesehatan. Namun saat ini jalur keperawatan melalui SPK sudah dihapus oleh Kemenkes dan pendidikan keperawatan dimulai dari jenjang D3 dengan gelar AMD,Kep hingga jenjang ners dengan gelar Ns. Itu artinya butuh minimal 3 tahun untuk menjadi perawat D3 dan jika mengambil jenjang sarjana dengan profesi sekaligus maka totalnya 4 tahun.
Sama dengan dokter yang dapat melanjutkan sekolah spesialisasi, para perawat pun dapat melanjutkan pendidikan ke spesialis keperawatan di bidang bedah, maternal, anak, jiwa, dan juga komunitas. Bahkan jenjang melanjutkan kuliah di luar negeri pun banyak tersebar untuk para perawat. Hal tersebut diharapkan dapat memacu para perawat untuk terus meng-update terus ilmu yang dimiliki melalui jurnal dan berbagai media lainnya.
Tugas saat di bangku kuliah keperawatan pun tidak mudah karena hampir sebagian besar laporan perawatan pasien harus ditulis dengan tulisan tangan untuk menghindari plagiasi alias copy paste. Belum lagi tugas di bangku profesi yang berinteraksi langsung dengan pasien.
Dimulai dari hal sederhana merapikan tempat tidur pasien, memandikan pasien, memastikan pasien makan dengan baik dan benar, hingga membersihkan kotoran pasien. Tidak jarang karena lebih banyak berinteraksi dengan pasien, maka perawat menjadi garda terdepan dalam menerima kemarahan serta segala uneg-uneg pasien. Tentunya bukan hal mudah melewati 4 tahun dan bekerja dengan tetap harus selalu tersenyum dan ramah. Memang bukan hal mudah menjadi perawat.
Perawat Masa Lampau
Jika anda pernah mengenal Florence Nightingale, beliaulah ibu keperawatan modern yang mengubah citra perawat dari pekerjaan yang hina menjadi profesi yang terdidik dan dihargai. Wanita kelahiran 12 Mei 1820 ini tidak pernah menikah dan memutuskan membaktikan dirinya di dunia keperawatan hingga meninggal di usia 90 tahun. Nightingale dikenal sebagai The Lady with The Lamp karena Ia selalu membawa lentera ke bekas medan pertempuran untuk menolong para prajurit. Nightingale mempunyai cita-cita untuk memajukan dunia keperawatan karena pengobatan dan perawatan tak dapat dipisahkan.



























