Home Kisah Kisah Nyata Pemuda Miskin Menikahi Wanita Kaya Raya Nan Cantik

Kisah Nyata Pemuda Miskin Menikahi Wanita Kaya Raya Nan Cantik

724
0
SHARE

Kisah ini tertulis di buku “Zikrayat Ali Tantowy”, karya Sheikh Aly Tantowy. Buku 8 jilid, berisi catatan harian, kisah-kisah hidup sheikh Aly Tantowy semasa kuliah dan menjadi Hakim, dan cerita tentang Damaskus. Kisah ini tidak asing bagi penduduk Damaskus dan terus diceritakan dari ayah ke anak.

Di Damaskus ada sebuah masjid besar, namanya Jamik Taubah. Awalnya adalah tempat maksiat, kemudian dibeli oleh Sultan Musa Adil Al Ayyuby pada abad ke 7 Hijriah, dan dijadikan masjid, makanya disebut Jamik Taubah, atau Masjid Taubah.

Kisah ini terjadi sekitar 120 tahun yang lalu. Pada saat itu Imam Masjid Taubah adalah sheikh Salem Mesuty, seorang Sufi dan Faqih Hanafi, aslinya dari Albania, beliau sangat dihormati, semua masyarakat “curhat” ke beliau apabila ada masalah. Beliau memiliki banyak murid, salah satunya seorang pemuda miskin, yang dikenal cerdas dan shaleh, pemuda itu tinggal di salah satu raungan kosong di masjid, karena tidak memiliki rumah.

Suatu hari, pemuda itu tidak punya uang untuk membeli makanan, tetapi karena izzatunnafsi yang dimiliknya, dia tidak mau meminta-minta, dia memilih menahan lapar sampai Allah memberinya rezeki. Setelah menahan lapar 3 hari, akhirnya dia hampir menyerah, sudah benar-benar lemah tidak mampu lagi bertahan. Mungkin (menurutnya) sudah sampai pada level boleh makan bangkai atau mencuri secukupnya untuk makan. Akhirnya dia memutuskan untuk mencuri.

Saat itu, rumah di Damaskus masih berdempetan, rumah lama, jadi mudah saja kalau naik ke atap untuk berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Akhirnya pemuda itu naik ke atap masjid dan menuju atas rumah penduduk. Ketika melewati sebuah rumah, dia melihat seorang wanita cantik, diapun menundukkan pandangannya. Diapun berpindah ke rumah lain, tiba-tiba dia melihat rumah kosong, inilah calon korban, pikirnya. Dan ternyata dari rumah itu tercium bau makanan yang cukup menggoda, akhirnya dia memutuskan untuk turun. Sekejap saja dia sudah di teras rumah.

Dia menuju dapur dimana sumber aroma muncul. Dengan cekatan dia masuk ke dapur dan membuka periuk, ternyata ada “makdusy”, langsung saja dia mengambil satu makdusy tanpa peduli panas dimakannya. Baru mau digigit, dia sadar, “Astaghfirullah, aku pelajar Agama! Bagaimana aku bisa masuk rumah orang dan mencuri!”. Diapun meletakkan kembali makdusy dalam periuk dan pergi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here