Home Fatwa Jadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup! Bantu Sebar!

Jadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup! Bantu Sebar!

19750
37
SHARE

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr berkata,”Rasulullah saw telah melaknat orang yang memberi dan menerima suap.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Ibnul Arabi mengatakan bahwa suap adalah setiap harta yang diberikan kepada seseorang yang memiliki kedudukan untuk membantu atau meluluskan persoalan yang tidak halal. Al murtasyi sebutan untuk orang yang menerima suap, ar rasyi sebutan untuk orang yang memberikan suap sedangkan ar ra’isy adalah perantaranya. (Fathul Bari juz V hal 246)

Al Qori mengatakan ar rasyi dan al murtasyi adalah orang yang memberi dan menerima suap, ia merupakan sarana untuk mencapai tujuan dengan bujukan (rayuan). Ada yang mengatakan bahwa suap adalah segala pemberian untuk membatalkan hak seseorang atau memberikan hak kepada orang yang salah. (Aunul Ma’bud juz IX hal 357)

Suap adalah pemberian seseorang yang tidak memiliki hak kepada seseorang yang memiliki kewenangan (jabatan), baik berupa uang, barang atau lainnya untuk membantu si pemberi mendapatkan sesuatu yang bukan haknya atau menzhalimi hak orang lainnya, seperti pemberian hadiah yang dilakukan seseorang agar dirinya diterima sebagai pegawai di suatu perusahaan / instansi, agar anaknya diterima di suatu sekolah favorit / perguruan tinggi, pemberian kepada seorang guru agar anaknya naik kelas, pemberian hadiah kepada seorang hakim agar dia terbebaskan dari hukuman dan lainnya, walaupun fakta yang ada sebenarnya mereka semua tidak berhak atau tidak memiliki persyaratan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari pemberiannya tersebut.

Baca Juga:   Fatwa DR. Qaradhawi: April Mop, Hukumnya Haram

Al Hafizh menyebutkan suatu riawayat dari Farrat bin Muslim, dia berkata,”Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz meninginginkan buah apel dan ia tidak mandapati sesuatu pun dirumahnya yang bisa digunakan untuk membelinya maka kami pun menungang kuda bersamanya. Kemudian dia disambut oleh para biarawan dengan piring-piring yang berisi apel. Umar bin Abdul Aziz mengambil salah satu apel dan menciumnya namun mengembalikannya ke piring tersebut. Aku pun bertanya kepadanya tentang hal itu. Maka dia berkata,”Aku tidak membutuhkannya.” Aku bertanya,”Bukankah Rasulullah saw, Abu Bakar dan Umar menerima hadiah?” dia menjawab,”Sesungguhnya ia bagi mereka semua adalah hadiah sedangkan bagi para pejabat setelah mereka adalah suap.” (Fathul Bari juz V hal 245 – 246)

Suap merupakan dosa besar sehingga Allah swt mengancam para pelakunya, baik yang memberikan maupun yang menerimanya dengan laknat atau dijauhkan dari rahmat-Nya bahkan , sebagaimana diriwayatkan oleh An Nasai dari Masruq berkata,”Apabila seorang hakim makan dari hadiah maka sesungguhnya dia telah memakan uang sogokan. Apabila dia menerima suap maka ia telah menghantarkannya kepada kekufuran.” Masruq mengatakan barangsiapa yang meminum khamr maka sungguh ia telah kufur dan kekufurannya adalah tidak diterima shalatnya selama 40 hari. Namun apabila pemberian hadiah terpaksa

Baca Juga:   Penjelasan Tentang Hukum Berjabat Tangan dengan Wanita Tua

dilakukan oleh seseorang kepada pejabat yang berwenang dalam permasalhannya untuk mendapatkan haknya atau menghilangkan kezhaliman atas dirinya maka hal ini dibolehkan bagi si pemberi dan diharamkan bagi si penerima.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa para ulama telah mengatakan,”Sesungguhnya pemberian hadiah kepada wali amri—orang yang diberikan tanggung jawab atas suatu urusan—untuk melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan atasnya adalah haram, baik bagi yang memberikan maupun menerima hadiah itu, dan ini adalah suap yang dilarang Nabi saw.

Adapun apabila orang itu memberikan hadiah kepadanya untuk menghentikan kezaliman terhadapnya atau untuk mendapatkan haknya maka hadiah ini haram bagi si penerima dan boleh bagi si pemberinya, sebagaimana sabda Nabi saw,”Sesungguhnya aku memberikan suatu pemberian kepada salah seorang dari mereka maka dia akan keluar dengan mengepit (diantara ketiaknya) api neraka. Beliau saw ditanya,”Wahai Rasulullah saw mengapa engkau memberikan kepada mereka? Beliau saw menjawab,”Mereka enggan kecuali dengan cara meminta kepadaku dan Allah tidak menginginkan kau berlaku pelit.” (Majmu’ Fatawa juz XXXI hal 161)

Perlakuan Terhadap Penghasilan dari Suap

Dikarenakan suap menyuap (sogok) adalah prilaku yang diharamkan maka penghasilan yang didapat pun bisa dikategorikan sebagai penghasilan yang haram. Didalam suap ini selain melanggar rambu-rambu Allah swt dalam mencari penghasilan, ia juga mengandung kezhaliman yang nyata terhadap orang-orang yang memiliki hak.

Baca Juga:   Aqidah dan Qurban Bersamaan, Bolehkah?

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ

Artinya ; “dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil.” (QS. Al Baqoroh : 188)

Imam al Qurthubi mengatakan,”Makna ayat ini adalah janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lainnya dengan cara yang tidak benar.” Dia menambahkan bahwa barangsiapa yang mengambil harta orang lain bukan dengan cara yang dibenarkan syariat maka sesungguhnya ia telah memakannya dengan cara yang batil. Diantara bentuk memakan dengan cara yang batil adalah putusan seorang hakim yang memenangkan kamu sementara kamu tahu bahwa kamu sebenarnya salah. Sesuatu yang haram tidaklah berubah menjadi halal dengan putusan hakim.” (al Jami’ Li Ahkamil Qur’an juz II hal 711)

Untuk itu bagi seorang muslim hendaklah mencari nafkah dengan cara-cara yang dibenarkan syariat sehingga setiap rupiah yang didapatnya mendapatkan berkah dari Allah swt.

Keberkahan seseorang tidaklah ditentukan dari banyak atau sedikitnya harta yang dimilikinya namun dari halal atau tidaknya harta tersebut. Seberapa pun harta yang dimiliki seseorang ketika memang itu semua didapat dengan cara-cara yang halal dan dibenarkan syariat maka didalam harta itu terdapat keberkahan dari Allah swt.

37 COMMENTS

  1. Kepada satumedia.net
    Komplain dengan photo di atas karena itu lulusan dari STPDN/IPDN

  2. JUDULNYA KENAPA ‘PNS’ BROOOOOOO/SISS…..ULASAN ANDA TERLALU TENDENSIUS…..APAKAH PENULIS TAHU TENTANG SELUK BELUK PENERIMAAN PNS?APAKAH HANYA DI ‘PNS’ SAJA TERJADI HAL DEMIKIAN? LEBIH BIJAKSANA JANGAN MENYEBUT SALAH SATU KELOMPOK PEKERJA….KARENA FENOMENA INI MUNGKIN TERJADI DI KELOMPOK PEKERJA LAINNYA……SADARLAH BAHWA DENGAN TULISAN ANDA….BERAPA ORANG YANG MERASA TERSINGGUNG, BERAPA ORANG YANG MERASA MARAH, KARENA DENGAN JUDUL ANDA…..SEOLAH OLAH MEN’GENERALISIR’ BAHWA FENOMENA INI HANYA TERJADI UNTUK PENERIMAAN PNS….DAN AJARAN AGAMA ISLAM YANG AGUNG DIGUNAKAN UNTUK MEMPERKUAT ARGUMENTASI ANDA DENGAN MENJATUHKAN SALAH SATU KELOMPOK PEKERJA….YANG TENTU SAJA OPINI PEMBACA LANGSUNG TERTUJU PADA ‘PNS’,

  3. Halaah klo PNS tu ketat yo susah bgt bisa nyogok dan hampir nggk mungkin. Kenapa harus PNS yg di bahas sementara ada lebih banyak pekerjaan yg seringnya bisa didapatkan dari nyogok dan bantuan orang dalam, baik di perusahaan ataupun istansi dari swasta maupun non swasta bahkan udah jd rahasia umum. Contohnya anda pasti tau sendiri.

  4. Kenapa judul nya mesti PNS doang ? Terus kalo selain PNS jadi halal gt .. hahah tolong ya diralat judulnya ..

  5. Wkwkwkwk, terus kalo kerja di swasta katakanlah PT pake nyogok jadi halal gitu? Lebih baik judulnya ubah kerja pakai nyogok gajinya haram jadi lebih universal ga menyudutkan PNS.

  6. Tes PNS langsung ke pusat, jadi gak bisa di sogok.. Hanya saja ketika nama kita lulus, setelah sampai di daerah masing2 nama masuk ke BKD, nama kita bisa di rubah jadi nama nya orang yang berani bayar tinggi.

    • Haaa….pernah ada kasus teman kya gtu, d pusat lulus, tpi d daerah lolos…

  7. Itu info yang saya dapat dari orang-orang yang berniat nyogok.,

  8. GAK CUMA PNS TENAGA HONOR TNI POLRI JUGA ADA PASTINYA.. DLL

  9. ADMIN PERLU DILAPORKAN POLISI ATAS NAMA PENGHINAAN PNS… PADAHAL BANYAK JUGA PNS MURNI LULUS TES CPNS.. TANGKAP ADMIN

  10. hasil nyogok it haram ndn dosa besar dan kemunkinan shalat kita ndk diterimah

  11. tulisann mu mind,, ga nyambung
    nambah dosaa aja lu mind ,,
    hina instansi apalagi sebut inisial dengan jelas
    ,,,
    smg dosa mu diampuni mind2

  12. Yang nggak nyogok gak usah risih. Kalau bersih kenapa risih, biarpun yg disinggung pns secara umum. Aku ora ngrasa!

  13. Lha kok fotonya para pegawai berseragam PNS di Provinsi Kalimantan Selatan? Asal comot ya? Gak ada caption “foto hanyalah ilustrasi”? Fitnah bukan?

  14. Berarti orng yg mencerdaskan anak bangsa itu haram. Krn PNS hasil nyogok itu nggak boleh. Gimana mau ngajar klw gaji cuman pembeli sabun tiap bulan. Untung2 klw dapat. (Honorer).

  15. Saya mah cuma petani…
    Mudah2n udah gx ada acara nyogok lagi…
    Ntah itu di pns, karyawan swasta atau tempat2 lain…

    Mungkin maksud si admin untuk semua kalangan, tp berhubung ini mendekati seleksi cpns. Si admin mengingatkan kita agar tidak terjerumus dalam kasus suap

  16. Trus…bagaimana dengan rakyat jelatayg mencoba bertaruh nasib dengan beli sepeda motor dengan cara mencicil atau kredit bukankah itu juga bagian dari riba…riba jg tak ubahnya sogok menyogok sama2haram..klo bicara sogok menyogok riba dan lain sbagainya sy kira tergantung niat masing2 aja lg…wallahualam hanya Allah yg tau niat hati manusia…

  17. Yang buat berita ni foto teman2 aku ni jgn asal ceplok foto aja kamu pikir gampang apa pendidikan selama 4 tahun buaat dpt baju coklat tu, km bilang PNS pake nyogok trs km tu apa bedahnya sama judul kayak gitu udah nyebar fitnah trs nerimah uang haram dari fitnah tersebar, sakit hati ya lihat orang $ukses. Media bodoh.

  18. Ngg prnah dengar ceramah ustadz somad ya…
    Kemarin hadir dijambi pembahasan masalah PNS yg bayar, coba anda simak yg bener, baru anda buat posting yang ginian, ok!
    Jangan anda membuat sakit hati orang lain, itu juga ada hadistnya lho…
    Gak mikir lho…

  19. Ini yg marah2 PNS hasil Nyogok bukan ?
    Jelas2 dibilang PNS Hasil Nyogok… yg paling penting itu masalah SUAP/NYOGOK. Ambil Hikmah napa sih…?

  20. Dari uraian cuma menunjuk pada hukumnya suap haram.
    itu bukan berarti gaji pns ikut haram.cara masuknya dengan suap itu yg haram.kalau gaji kan disesuaikan dengan kerjanya

  21. Uang Suap dengan uang pelicin itu beda
    suap haram
    pelicin halal
    suap:memberi sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yg bukan hak nya
    pelicin:memberi sesuatu untuk berhasilnya sesuatu yg dia sebenarnya ber hak(memenuhi sarat dan prosedur) cuma di persulit

    • Semoga anda benar , karena jaman sekarang urus apapun kalau g ada pelicin itu susah ,, yg penting kita g mengambil hak orang lain

  22. Guys let me tell you something. judul ini disebut “clickbait” supaya dibukaalah link nya wkwkwkwk. dan bodohnya saya juga kena klikbaikt. well yaudah lah ya gapapa nambah pengetahuan baru wkwkwk

  23. Mohon dibales sebagai pencerahan bagi saya , saya sudah 8 tahun bekerja sebagai pegawai negri , dahulu saya akui masuk pakai uang dan saat itu saya belum terlalu paham agama dan belum sadar kalau bayar pakai uang itu nyogok , yg saya ketahui adalah bayar biar lancar lulusnya, sekarang apakah yg harus saya lakukan ? Di saat saya sudah berkeluarga dan harus menafkahi keluarga dan sesuai peraturan dinas saya juga belum boleh mengundurkan diri,,,

    • Yg penting klu gajian yg 5% hrs disedekahkan kpd org yg miskin.

  24. Kok banyak yg marah2 ya.. Padahal judulnya gk salah..
    Coba di baca sekali lagi ya
    “jadi PNS hasil nyogok” artinya: yang jebol PNS tapi karena menyogok.
    Jadi gk ada makna yang mengatakan semua PNS.
    Kalau gk merasa nyogok ya gk prlu tersinggung, yg tersinggung brarti kan hmmm..
    Ada yg marah blg kok cuma PNS yg dibilang..ini pertanyaan yg paling fenomenal mnurut ane 😁
    Klw boleh ane jawab, ya krna si mimin mau ngebahas soal PNS, ya judulnya jd pke PNS. Jelas kan haha

    • Hahaha.. mgkin yg tersinggung itu sesuai judul artikelnya… Mungkin sihhh… Gaha

  25. Gak PNS aja masuk sekolah/kuliah biar ktrima jg nyogok, wqh ini ilmunya bisa haram seumur hidup jg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here