Berhubungan dengan sikap SKSD orang Jawa, mereka juga terkenal akan kebiasaan suka menyapa. Tak hanya ketika berpapasan di jalan, tapi juga ketika kita tak sengaja lewat depan rumah mereka.
Begitu baiknya, kadang mereka akan mengajak kita masuk ke rumah untuk sekedar ngobrol, plus ditemani singkong hangat dan kopi. Walau terkadang hanya sekedar basa-basi, tapi mereka senang jika orang yang diajaknya itu menerima tawarannya.
Mereka juga sering kali berinisiatif untuk menyapa lebih dahulu. Memang sudah semacam insting manusia untuk melakukan apa pun agar bisa diterima, termasuk dengan menyapa ini. Dan orang Jawa melakukan hal tersebut dengan sempurna.
6. Pemalu dan Raja Sungkan
Memang tak semua orang Jawa jago dalam membaur, sebagian lagi lebih banyak diam. Hal ini sebenarnya juga merupakan implikasi dari sikap bawaan mereka yang sopan dan kalem sehingga menghasilkan sifat pemalu dan sungkan.
Meskipun demikian, biasanya sifat pemalu dan sungkan yang ditunjukkan orang-orang Jawa hanya pada awal perkenalan.
Ketika sudah akrab mereka akan bersikap natural dan membaur dengan masyarakat sekitar. Tapi, tetap untuk beberapa hal mereka akan konsisten dengan sikap tersebut.
7. Orang Jawa Cantik dan Ganteng
Tak dipungkiri jika bentuk fisik adalah alasan kuat lain kenapa seseorang disukai. Orang Jawa pun melengkapi sifat-sifatnya dengan kemasan fisik yang aduhai.
Yang wanita biasanya cantik dan prianya juga ganteng. Meski hal ini sebenarnya relatif, tapi ini juga menjadi faktor mereka untuk disukai oleh banyak orang.
Hal ini pun membuat mereka makin gampang untuk diterima di tanah rantauan. Bahkan cukup banyak tuh gadis-gadis terpikat dengan pria Jawa yang ada di tempat mereka atau sebaliknya.
Bahkan sampai ada yang menikah dan akhirnya menetap di tanah rantauan sampai akhir hayat.
Alasan-alasan inilah yang membuat orang Jawa disukai di mana pun mereka tinggal. Sebenarnya masih ada beberapa sifat lagi yang identik dengan mereka, seperti sangat menghormati yang lebih tua serta aplikasi dari banyak falsafah hidup yang unik.
Salah satunya adalah istilah Terimo ing Pandum atau mensyukuri apa yang ada. Setiap orang punya sifatnya masing-masing, tergantung bagaimana cara kita menatanya.
Apalagi di tempat baru yang notabene berbeda kultur dengan kita. Soal itu, mungkin tak ada salahnya jika kita sedikit belajar sifat-sifat orang Jawa di atas.
Namun, dari manapun kita berasal, semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu juga dengan orang Jawa.
Yang terpenting adalah kita bisa membawa diri sebaik mungkin di manapun kita berada. Dengan begitu di manapun kita berada, masyarakat akan menerima kita dengan tangan terbuka.
Sumber : Boombastis



























