Home Hikmah Hp Boleh Apa Saja, Yang Penting Pulsa

Hp Boleh Apa Saja, Yang Penting Pulsa

281
0
SHARE
Islam itu adalah manhaj, metode, dan way of life. Islam itu bukan tokoh, sehingga kita mendewakan sosok tertentu. Islam bukan casing, sehingga kita harus menampilkan tampilan luar dengan bentuk tertentu. Islam juga bukan simbol, sehingga ada simbol tertentu yang menunjukkan Islam dan harus dikultuskan.

Sederhananya, kalau memang Islam itu adalah agama tokoh, maka nabi Muhammad sebagai khatamul anbiya tidak boleh mati, beliau harus hidup selalu dan ada bersama kita sampai kiamat datang, tapi “Muhammad itu tidak lain adalah seorang utusan, dan telah banyak sebelumnya utusan-utusan Tuhan…”. Utusan itu dimana-mana tugasnya membawa misi dan pesan. Beliau sendiri bersabda, “Berpeganglah pada Kitab dan Sunnah, maka kamu tidak akan tersesat selamanya”.

Islam bukan casing, tapi Islam itu adalah ilmu yang tercermin dalam amal perbuatan, ingatlah saat orang bertanya pada sayyidah Aisyah Ummul Mukminin, “Bagaimana akhlak Rasulullah?”, beliau Radhiallahu anha menjawab, “Akhlaknya adalah Quran”. Itu berarti Islam adalah ilmu yang tercermin dalam perbuatan, bukan penampilan tertentu yang kita tampilkan dengan menamakan Islam. Mau ikut menjadi seperti Rasulullah, ikutilah Kitab dan Terjemahan kitab itu ada dalam Sunnah beliau.

Sejak kapan Islam punya simbol-simbol tertentu? Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mengkultuskan simbol-simbol tertentu. Islam itu cara beragama yang rasional, tidak ada yang tersembunyi dan abu-abu, semuanya jelas. Makanya Syariah menolak cara beragama sebagian sufi, yang mengatakan teori “Segala sesuatu itu ada dhahir dan ada batinnya”, seorang baru mencapai derajat “hamba yang baik” apabila sudah mencapai derajat batin.

Implementasi dari teori ini, kalau diterapkan dalam syariat Shalat: shalat adalah gerakan tertentu dengan bacaan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, inilah shalat yang kita lakukan, dan inilah shalat dalam pengertian dhahir. Sedangkan dalam pengertian batin, shalat adalah kedekatan jiwa dan keberadaan hati bersama Tuhan, sehingga pada level tertentu seorang hamba tidak harus melaksanakan shalat seperti yang kita lakukan 5 kali itu dengan gerakan tertentu, tapi cukup dengan mengingat Allah pada 5 waktu itu, itulah pengertian batinnya. Benar-benar teori bid’ah yang sesat dan menyesatkan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here