Namun, tidak seperti gurunya, yaitu Syekh Ahmed Deedat, Dr. Zakir Naik tidak memiliki banyak agenda Debat Terbuka layaknya Ahmed Deedat karena hampir semua tantangan debat yang dilayangkan oleh Dr. Zakir Naik banyak yang tidak mendapat respon dari gereja-gereja, sampai sekarang belum ada berita apakah ada pendeta yang berani berhadapan langsung dengan beliau. Bahkan Zakir Naik pernah melayangkan sebuah tantangan debat terbuka kepada Paus Benediktus dimana tantangan debat tersebut tidak direspon. Oleh karena itu, Dr. Zakir Naik dijuluki “Ahmed Deedat Plus” karena telah membuat pastur dan pendeta merasa ngeri berhadapan dengan beliau yang argumentasinya yang belum pernah terpatahkan. Selain itu, debatnya pada tahun 2006 dengan Sri Sri Ravi Shankar dengan topik “Konsep Ketuhanan dalam Hinduisme dan Islam” yang diadakan di kota Bangalore, India, adalah suatu pencapaian luar biasa dimana Dr. Zakir Naik berhasil memukau penonton tentang keesaan Tuhan.
Dakwah-dakwahnya disampaikan dengan mudah dapat diakses melalui situs YouTube yang kebanyakan berasal dari saluran Peace TV yang direkam dengan kefasihan beliau dalam berbahasa Inggris, bahkan beberapa telah disertai subtitle Indonesia.
Dr. Zakir Naik juga muncul secara rutin di berbagai channel TV di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Dia secara berkala diwawancara dan diundang ke acara-acara radio maupun TV. Selain itu, beliau juga menulis banyak buku dengan judul “The Quran and Modern Science – Compatible or Incompatible”, “Is the Quran God’s Word?”, “Women in Islam – Protected or Subjugated”, “Concept of God in Major Religions”, dan “Answers to Non-Muslims Common Questions about Islam.”
Menurut beliau, bagaimanapun Al-qur’an bukan buku sains, tetapi Al-qur’an adalah sebuah buku signs atau tanda-tanda yang senantiasa menganjurkan kepada manusia untuk senantiasa serasi dengan kehidupan di dunia, dan sekaligus Al-qur’an sebagai sebuah bukti nyata bahwa Allah itu benar-benar ada. Pesan beliau, bahwa agama itu masuk akal, terlebih agama Islam, semua ajarannya pasti masuk akal, tidak mungkin tidak. Beliau mengutip pernyataan Albert Einstein, “sains tanpa agama adalah pincang, dan agama tanpa sains adalah buta.”
Gurunya, Syekh Ahmed Deedat, memberikan plakat pada tahun 2000 yang dipersembahkan sebagai hadiah kepada Zakir Naik karena pencapaiannya di bidang dakwah dan studi perbandingan agama. Terukur di plakat tersebut adalah kata-kata sebagai berikut: “Putraku, kau telah melakukan dalam waktu 4 tahun hal-hal yang butuh 40 tahun bagiku untuk melakukannya, Alhamdulillah.” Dan pada tahun 2015, King Salman dari Arab Saudi memberinya penghargaan “King Faisal International Prize” kepada Dr. Zakir Naik karena dedikasi dan pencapaiannya terhadap dakwah Islam yang telah memberi pencerahan kepada ratusan juta orang di seluruh dunia, dan telah mengislamkan puluhan ribu atau mungkin ratusan ribu orang di seluruh dunia.
Dalam terbitan 22 Februari 2009, Indian Express membuat daftar “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu milyar penduduk India, Zakir Naik masuk peringkat 82. Dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik ada di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar, menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.


























