Ketika diberi pertanyaan yang tak jarang menentang Islam, ia selalu mengawali jawabannya dengan memuji pertanyaan yang dilontarkan penanya, lalu menjawab dengan sistematik. Dr. Zakir Naik menjawab pertanyaan tersebut dari mendasar kemudian dengan pengandaian-pengandaian yang dengan mudah ditangkap akal sehat, serta tak lupa ia sertai dengan dalil-dalil yang lebih meyakinkan para penanya.
Di antara jawaban-jawaban beliau sungguh mencengangkan publik, bahkan ketika beliau dengan tenang mampu mengalahkan lawan debatnya di beberapa diskusi keagamaan sampai bisa membuat tepuk tangan penonton, hal ini karena banyak dari argumen yang beliau berasal dari Quran dan hadist, dan sungguh bisa diterima oleh akal sehat.
Diantara pendapat itu adalah tentang mukjizat Quran. Kitab suci yang telah turun 1.400 tahun yang lalu ini merupakan salah satu kitab yang menurut beliau adalah kitab yang sangat luar biasa, karena di dalamnya terdapat fenomena-fenomena dimana banyak dari fenomena itu baru diketahui di zaman modern ini.
Ketika berbicara tentang astronomi misalnya, sebuah teori yang sangat terkenal adalah teori Big Bang. Teori ini mengemukakan bahwa pada awal mula penciptaan, sebelum adanya bumi, terjadi sebuah ledakan besar, dan kemudian ledakan besar itu terpecah menjadi sebuah galaksi, planet, rembulan, bintang dan benda luar angkasa lainnya. Jauh-jauh hari kejadian ini sudah ada dalam Al-qur’an dalam ayat أولم يرواالذين كفرواأن السموات والأرض كانتا رتقا ففتقناها. Kata رتقا bermakna satu atau bersama, dan kata ففتقناها bermakna “Kemudian Kami belah.” Sebuah kebenaran menarik ini sungguh sangat mencengangkan, bagaimana mungkin kitab yang turun lebih dari 1.400 tahun yang lalu itu mampu menggambarkan sebuah kejadian yang teorinya baru ditemukan pada akhir-akhir ini.
Mukjizat lainnya adalah pada zaman dahulu orang percaya bahwa bentuk bumi itu datar. Namun keyakinan itu mulai sirna, setelah seorang berkewarganegaraan Prancis, Sir Francis Drake meneliti hal itu, dan berkesimpulan bahwa bentuk bumi itu bulat pada tahun 1597. Yang mengagumkan, Al-Qur’an sudah mencantumkan hal itu dalam ayat ألم ترأن الله يولج الليل فلى النهار ويولج النهار فى ليل. Bahkan Al-Qur’an menambahkan bahwa bentuk bumi itu bukan berbentuk bulat, tapi bentuknya berbentuk seperti telur, sebagaimana dalam ayat Qur’annya والأرض بعد ذلك دحها dimana kata دحها berarti telur. Hal ini sungguh sangat sesuai dengan sains, karena memang bentuk bumi sedikit menjadi lonjong seperti telur di bagian kutub utara dan selatan.
Mukjizat lainnya adalah pada zaman dahulu, sebelum adanya sains modern, orang-orang percaya bahwa rembulan dapat memancarkan cahayanya sendiri. Namun sekarang para ilmuwan modern mengatakan kepada kita bahwa sinar rembulan tidak timbul dari dirinya sendiri, tetapi ia adalah ia adalah pantulan dari sinar matahari. Yang menakjubkan, fakta ilmiah ini telah digambarkan dalam Al-qur’an 1400 tahun yang lalu. تبارك الذى جعل فى السماء بروجا وجعل فيها سراجا وقمرا منيرا dalam kata وقمرا منيرا kata rembulan di sandarkan kepada kata منيرا yang berarti “diterangi” bukan “menerangi.”
Dr. Zakir Naik memiliki hafalan yang teramat kuat, tidak hanya mampu menghafalkan Al-Qur’an dan Shahih Bukhari Muslim, akan tetapi beliau juga telah menguasai kitab Weda, Tripitaka, Bhagavad gita, bahkan telah menggerakkan hati ribuan penganut Hindu di India untuk menjadi mu’allaf. Beliau tanpa ragu-ragu juga mengoreksi pastur dan pendeta jika mereka salah dalam mengutip ayat-ayat dalam Bibel.
Bahkan Zakir Naik sempat membuat kemarahan komunitas Syiah dalam Konferensi Damai di Mumbai pada tahun 2007, ketika ia menyebutkan kata-kata “Radhiyallah taa’la anhu” (Semoga Allah meridhoinya) untuk Yazid. Dan sekarang mulai terlihat orang-orang yang tidak bertanggung jawab mulai menebar fitnah. Setelah Orang-orang Syiah, musuh-musuhnya yang lainnya pun mulai menghembuskan isu Wahabi kepada Dr. Zakir Naik.
Selain itu, Zakir Naik pun dibanned (dilarang) untuk memasuki beberapa negara, termasuk di antaranya adalah Inggris dan Kanada. Hal ini dikarenakan beberapa statementnya yang cukup keras. Di antara statementnya tersebut adalah beberapa tahun setelah Gedung Kembar mengalami peledakan pada peristiwa 9/11, Dr. Zakir Naik mengecap George Walker Bush sebagai teroris nomor 1 dikarenakan melakukan genosida terhadap penduduk sipil di Irak. Hal ini menjadi kehebohan bahkan pernyataan Zakir Naik dipajang di headline news koran di Amerika.
Selanjutnya………


























