Home Kisah Ustadzah Ini Meninggal Dunia Jelang Pesta Pernikahan

Ustadzah Ini Meninggal Dunia Jelang Pesta Pernikahan

1428
1
SHARE
Qathrin Nida dan Suami Hanif Lc MA Setelah Akad Nikah

Qathrin Nida SPd (22) warga Gampong Banda Safa, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, menghembuskan nafas terakhir di lokasi kecelakaan, tepatnya di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, Km 38-39, Gampong Lampisang, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Sabtu (15/11/2014) siang.

Qathrin, seyogiayanya Minggu 23 November 2014 mendatang akan melangsungkan prosesi pesta preh linto baro (acara pesta menunggu pengantin pria) ke rumah suaminya, Hanif Dahlan Lc MA, di Kecamatan Indrapuri. Qathrin Nida dan suaminya telah melangsungkan akad nikah pada 24 Oktober 2014 lalu, di KUA Kuta Cot Glie.

Namun Allah berkehendak lain, ia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya saat ia dan suami berencana menghadiri pesta pernikahan temannya di Jantho Aceh Besar, sekaligus menyebarkan undangan pesta pernikahan mereka.

Kejadian naas tersebut terjadi ketika sepeda motor Shogun RR BL 5246 LU yang ditumpangi Qathrin dan suaminya jatuh akibat bersenggolan dengan sepmor lainnya yang datang dari satu arah yang sama, hingga sepmor yang ditumpangi pengantin baru itu hilang kendali dan keduanya jatuh dari kendaraan. Hingga mengakibatkan Qathrin terlempar ke ruas kanan jalan dan terlindas truk pengangkut pasir yang sebelum tepat berada dibelakang mereka. Masyarakat yang berada disekitar lokasi pun histeri melihat kejadian tersebut.

Baca Juga:   Ini Dia 10 Aturan dan Hukumannya Yang Ada Dalam Qanun Jinayat Aceh

“Saya sedang berada di rumah duka. Tangis keluarga tak terbendung. Siapa yang tak sedih, apalagi mengingat keluarga almarhumah akan mengadakan kenduri preh linto pada tanggal 23 November ini.” Kata Mukhlis nara sumber yang berada di rumah duka.

Baca juga: Curahan Hati Suami Ustadzah Yang Meninggal Dunia Sebelum Pesta Pernikahan

Menurutnya, jenazah telah dikebumikan menjelang maghrib di tanah keluarga, sehari-hari almarhumah beraktivitas sebagai guru ngaji di sebuah TPA di Banda Aceh. Sehari sebelum meninggal dunia, Qathrin sempat membuat sebuah status Facebook untuk suaminya yang berbunyi:

“. .saat engkau lafazkan akad utk menjadi imamku, saat engkau ambil diriku sebagai tanggung jawabmu. .
maka terimakasih, engkau ajarkan aku untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik, belajar dari setiap kesalahan dan sabar atas segala kekurangan. terimakasih, dekat dengan mu, semakin mendekatkan ku pada-Nya, semakin aku mencintaimu, semakin besar pula cintaku pada-Nya. .
semoga Allah selalu menjaga rasa ini, memberkahi, melengkapi kebahagiaan ini. segera dan selamanya. .”

Sumber: Serambi Indonesia dan Facebook

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here