Home Internasional Skenario Kematian Kolumnis Washinton Post, Jamal Khasogi

Skenario Kematian Kolumnis Washinton Post, Jamal Khasogi

514
0
SHARE
Skenario Kematian Kolumnis Washinton Post, Jamal Khasogi

Pernyataan resmi pemerintah Arab Saudi terkait dengan kematian kolumnis Washinton Post, Jamal Khasogi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul penuh dengan “tanda tanya” dan sangat kental tercium aroma “skenario amatiran”, makanya banyak pihak internasional menuntut diadakannya investigasi yang lebih komprehensif, objektif dan terbuka.

Katanya Khasogi tewas karena berantem dengan beberapa orang di dalam Konsulat, ini sangat tidak menghargai otak pembaca dan pemirsa yang menunggu kejelasan nasib Khasogi. Itu orang ke Konsulat bukan untuk berantem, dia kesana untuk mengambil dokumen sipilnya untuk menikah, lagian ngapain pula berantem melawan 15 orang!

Ya, ada yang bilang memang Khasogi itu mantan agent Saudi di AS, bahkan sebelumnya adalah “tangan kanan” Menlu Adel Jubair waktu masih menjabat sebagai Dubes di Washington, tapi it doesn’t mean he would do what Ip Man did, fight with 15 guys in one time! This’s ridiculous! What a humbug!

Penangkapan 18 orang Saudi oleh otoritas Arab Saudi yang diduga terlibat dalam kejahatan ini, dan “pemecatan” 5 pejabat tinggi lainnya, termasuk Deputi Kepala Intelijen, Mayjen.

Ahmad Asiri (Arsitekt decisive-storm) dan Penasehat MBS, Saud Al Kahtani (Btw, ybs juga panglima Cyber Army Saudi), jelas merupakan taktik untuk mengalihkan perhatian dari aktor utama di balik kejahatan tersebut dengan menjadikan mereka-mereka itu sebagai scapegoat.

Deputi Kepala Intelijen, Mayjen. Ahmad Asiri tidak mungkin berani melakukan kejahatan itu, memilih tempat di Konsulat serta menentukan para pelakunya tanpa sepengetahuan atau bahkan perintah dari MBS. Seperti yang disebut oleh Kahtani dalam tweetnya, “Semua yang saya lakukan adalah perintah MBS!”.

3 hari setelah raibnya Khasogi, MBS mengatakan kepada Bloomberg bahwa “Khasogi tidak disekap di dalam konsulat, tetapi sudah keluar dari gedung Konsulat”, dalam hal ini MBS tidak berbohong, Khasogi benar-benar telah keluar, hanya saja MBS tidak menyebutkan “dalam keadaan hidup atau mati”, “sempurna atau sudah dipotong-potong”.

Namun demikian, kasus ini tidak akan berakhir dengan pengkuan Arab Saudi, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, kalau memang sudah mati, dimana jasadnya? Siapa saja pelakunya? Siapa yang suruh?

Turki tidak akan mengakhiri drama Khasogi ini begitu saja, media-media terkemuka terus menggoreng isu ini setiap hari, karena masih banyak fakta yang ditutupi oleh Arab Saudi. Turki cukup sabar melayani Arab Saudi, that’s the way it is!

Ya, mungkin satu hal yang pasti adalah Khasogi sudah meninggal, namun dunia internasional tetap menunggu kemana larinya jasad Khasogi, apakah masih utuh, atau sudah larut dalam acid! Semuanya masih rahasia.

Uncle Trump ingin memanfaatkan insiden ini untuk memalak Arab Saudi lebih banyak, menyikapi pernyataan Arab Saudi terbaru, Trump mengatakan, “Saudis’ explanation is credible”, terus Trump juga mengatakan, “I think it’s a very important first step”.

Ya, itu adalah langkah pertama yang penting, artinya akan ada langkah selanjutnya untuk menyelesaiakan kasus ini, apakah langkah selanjutnya mengganti Crown Prince? Siapa kira-kira yang sudah disiapkan?

Semakin kesini, semakin jelas bahwa kasus ini akan berakhir seperti Lockerbie bombing, dengan sedikit modifikasi untuk menyesuaikan dengan zaman. Tidak menutup kemungkinan episode terakhir “Drama Khasogi” akan ditutup oleh Sherlock Holmes di International Criminal Court.

Tim Arab Saudi dapat dikatakan telah sukses dalam misinya “menghabisi” Khasogi, itu mungkin fase yang relatif mudah, tetapi mereka telah gagal dalam menutupinya pasca operasi, dan ini babak paling sulit. Hanya Mossad yang bisa! Sekali lagi, All Actions Have Consequences.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here