Home Heboh Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Dituduh Menghina Nabi Muhammad

Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Dituduh Menghina Nabi Muhammad

337
0
SHARE

Ustad Abdul Somad kembali menjadi perbincangan publik karena sebuah video yang tersebar di media sosial. Dan disebar oleh orang-orang yang memang punya niat mencari kesalahan serta menjatuhkan Ustadz Abdul Somad

Dalam video singkat tersebut, menampilkan Ustad Somad yang tengah berceramah. Namun, ceramahnya itu dituding menghina Nabi Muhammad SAW.

Ceramah yang menjadi bahan perbincangan ini disampaikan Ustad Somad saat hadir dalam Muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 1437 Hijriah di Riau. Ceramah ini juga direkam dan diungah ke YouTube.

Meski sedang menjalankan Umrah, Ustad Somad kemudian angkat bicara soal ceramah ini. Dia menganggap tudingan tersebut sebagai fitnah. Ia juga menyarankan agar ceramahnya tak dilihat sepotong-sepotong.

Berikut klarifikasi lengkap Ustadz Abdul Somad yang dimuat di Fanspage beliau;

Klarifikasi UAS Terkait Video:

1. Mohon maaf jika klarifikasi ini terlambat. Karena selama umroh saya tidak beli nomer baru Saudi Arabia dan tidak isi pulsa. Khawatir tergoda internet. Hanya pakai wifi hotel saja.

2. Video pertama di depan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Dihadiri banyak tokoh lintas ormas. Semua memberikan orasi 5-10 menit. Saya diundang sebagai dai dari luar HTI. Orasi saya seputar urgensi politik Islam.

3. Video kedua di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dihadiri tokoh lintas ormas. Saya sebagai dai luar HTI.

4. Isi tausiyah video 8 menit itu tentang politik Islam. Usia Nabi dibagi tiga

a. 40 tahun sebagai seorang dalam persiapan kenabian. Belum memegang kekuasaan

b. 13 tahun di Makkah fase kenabian, tapi lemah, tertindas. Bilal disiksa, Sumayyah wafat sebagai syahid, Shuhaib terusir, dan lain-lain

c. 10 tahun di Madinah setelah memiliki kekuasaan. Barulah terwujud pemerataan keadilan dengan bahasa Al-Qur’an: Rahmatan Lil-‘Alamin

5. Fiqh Islam itu banyak aspek

a. Ada fiqh ibadah: shalat, zakat, puasa, haji, dan lain-lain

b. Aspek mu’amalah: jual beli, gadai, hutang piutang, dan lain-lain

c. Aspek munakahat: nikah, cerai, zhihar, li’an, dan lain-lain

d. Aspek politik: syarat pemimpin, dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here