Home Berita Nasional Kisah Miris Dibalik Kesegaran Dan Murahnya Es Krim “AICE”

Kisah Miris Dibalik Kesegaran Dan Murahnya Es Krim “AICE”

512
0
SHARE
Kisah Miris Dibalik Es Krim AICE
https://www.youtube.com/watch?v=ORf6t_LayIA

Siapa sih yang tidak suka dengan es krim satu ini. Harga yang murah meriah dengan pilihan rasa unik yang melimpah menjadi salah satu alasan es krim Aice banyak disukai.

Rata-rata harga es krim hanya sekitar Rp.2000 hingga 8.000 saja. pilihan rasa buah-buahan yang segar dan unik menjadi salah satu daya tarik, sehingga tak heran jika Aice dengan sekejap menjadi salah satu es krim favorit.

“Traktir es krim Aice aja, murah,” ujar saya memberi usul pada seorang teman yang sedang berulang tahun di tanggal tua. Usul itu pun dengan segera diterima.

Sore hari, sekantung plastik penuh es krim AICE tiba di kantor dengan beragam rasa: mochi vanilla, mangga, nanas, semangka, jagung, pisang, dan coklat. Harga yang murah meriah dengan pilihan rasa unik yang melimpah menjadi salah satu alasan Aice banyak disukai.

Es krim ini ternyata pada mulanya bermerek Baronet, baru pada 2015 es krim yang diproduksi oleh PT. Alpen Food Industry ini berganti nama menjadi Aice. Bahkan pada 2017, merek es krim ini berhasil menyabet Excellent Brand Award 2017 di kategori merek es krim terbaik. Aice juga mendapat preferensi konsumen mencapai 76,14 persen, mengalahkan merek es krim lainnya.

Namun ternyata ada jerit pilu para buruh di balik harga murah es krim ini. Sejak 2 November 2017, 644 orang buruh yang berjasa dalam memproduksi es krim ini melakukan mogok kerja. Mogok kerja akan dilakukan selama 15 hari hingga tanggal 16 November 2017.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan oleh Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR), keputusan untuk mogok kerja ini diambil setelah dua kali perundingan dengan pihak perusahaan mengalami jalan buntu. Dalam siaran persnya, disampaikan beberapa fakta ketidakadilan yang dialami para buruh di perusahaan yang beralamat di Jl. Selayar II Blok No. 10, Telajung, Cikarang Barat.

Mereka yang telah rela membayar Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta untuk bisa bekerja di PT. Alpen Food Industry ini mengalami banyak ketidakadilan, bahkan untuk sekadar menerima hak-hak dasar pekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here