Home Tokoh Islam Erdogan, Presiden Paling Kontroversial dan Susah Ditebak

Erdogan, Presiden Paling Kontroversial dan Susah Ditebak

221
0
SHARE

Mungkin tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan adalah salah satu pemimpin di dunia yang paling kontroversi dan paling sulit ditebak tindak tanduknya dan langkah politiknya, siapa yang dijadikan musuhnya, siapa yang dijadikan sekutunya, cukup sulit diprediksi, tapi yang pasti kemaslahatan dan ekonomi Turki adalah garis merah bagi Erdogan.

Kemarin, dalam jumpa persnya dengan presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi di istana Carthage Tunis, presiden Erdogan kembali “ngamuk” dengan menuduh bahwa presiden Suriah adalah teroris yang tidak boleh tetap di kursi presiden kalau Suriah mau damai. Kalaupun pernyataan itu keluar dari mulut Menlu Adel Jubeir kita masih akan terkejut, apalagi keluar dari mulut presiden Erdogan yang selama beberapa bulan terakhir telah bergabung dalam Aliansi Rusia-Turki-Iran.

Selama dua bulan terakhir, hubungan Suriah-Turki telah memasuki fase yang cukup menyejukkan, karena peran Rusia yang mampu menenangkan keduanya, ditambah lagi rise of common enemy, Kurdistan. Media kedua negara pun anteng-anteng saja, tidak ada saling menyerang. Sejak satu tahun terakhir presiden Erdogan tidak pernah mengomentari dan menyerang presiden Assad. Semuanya saling tenang. Bahkan, kemarin sekembalinya dari KTT Sochi, Erdogan mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan membuka dialog dengan Damascus. Hal yang sama juga diungkapkan oleh PM. Benali Yildirim pada kesempatan lain.

Setelah kejadian kemarin di istana Carthage, banyak pihak mempertanyakan apa penyebab munculnya kembali Erdogan’s Wrath, yang telah memancing reaksi keras Suriah sampai-sampai pernyataan resmi Kemlu Suriah mengatakan bahwa pernyataan Erdogan itu hanya sebagai upaya untuk menutupi kesalahanya terhadap Suriah, karena selama konflik terjadi Erdogan telah mendukung segala jenis kelompok oposisi dan teroris untuk masuk ke Suriah. Bahkan Suriah menuduh Erdogan “gila” keagungan masa lampau.

Kalau kita melihat perkembangan situasi di lapangan di Suriah, mungkin dapat disimpulkan setidaknya ada beberapa motif yang menyulut The Erdogan’s Wrath dan meminta Presiden Assad untuk lengser dari istana Qasiun.

Pertama: Desakan pihak Rusia agar kelompok Kurdish PYD ikut bergabung dalam Dialog Suriah akhir bulan depan di Sochi. Hal ini sangat ditentang oleh Turki, dalam hal ini Erdogan mengancam bahwa 40 faksi Oposisi Suriah tidak akan hadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here