Home Berita Internasional Ini Beberapa Prediksi Konflik Suriah Kedepan

Ini Beberapa Prediksi Konflik Suriah Kedepan

128
0
SHARE

Mungkin dapat disimpulkan melalui sisa-sisa rudal AS, Inggris dan Perancis yang berserakan di salah satu sudut kota Damascus bahwa serangan tersebut tidak berhasil mencapai tujuan. Serangan yang awalnya dikira dapat “melemahkan” Presiden Bashar Al Assad, justru sebaliknya malah menambah popularitas Assad di dalam maupun di luar Suriah, disamping menambah kepercayaan diri militer Suriah.

Koalisi Rusia berhasil me-manage konflik ini dengan baik sekali, Koalisi ini berhasil menjadikan serangan “show off” AS cs lewat begitu saja, meskipun banyak yang mengkritisi kenapa Rusia tidak membalasnya, sebagaimana yang diharapkan oleh banyak pihak. Di satu sisi, ada benarnya, tetapi banyak juga yang beranggapan bahwa Rusia membalas secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan rudal penangkal ke Suriah.

Kerugian Suriah dari serangan tersebut tidak seberapa, karena dua sebab; pertama karena pangkalan militer dan airport-airport militer Suriah sudah dikosongkan sebelumnya dan pesawat-pesawat tempur canggih telah dipindahkan ke pangkalan militer Rusia di Humeimim, Lattakia dan Tartous. Kedua, karena sebagian besar rudal AS, Inggris dan Perancis berhasil dijatuhkan ataupun di-scrambled sehingga tidak mengenai sasaran dengan tepat.

Pernyataan Duta Besar Rusia untuk AS, Jend. Anatoly Antonov bahwa serangan 3 negara tersebut merupakan sebuah penghinaan terhadap Presiden Vladimir Putin dan Rusia akan membalasnya, bisa saja mengindikasikan peta pergerakan Rusia ke depan dalam konflik Suriah maupun konflik internasional lainnya. Putin tidak langsung membalas ketika Turki menjatuhkan Sukhoi Rusia di dekat perbatasan Suriah, tetapi dengan “taktiknya” Putin berhasil “mengeluarkan” Turki secara de facto dari NATO dan menariknya ke dalam Koalisi Rusia.

*****

Kalau kita perhatikan dengan seksama peta konflik Suriah dan Regional saat ini, mungkin dapat kita prediksikan beberapa perkembangan baru untuk ke depan:

Pertama: Alasan penggunaan senjata kimia untuk menyerang Suriah seperti yang dilakukan tadi subuh sudah basi. Serangan tadi subuh cukup mencoreng reputasi AS cs di mata dunia, khususnya karena serangan itu dilakukan tepat pada hari dimana Tim Investigasi OPCW akan berkunjung ke TKP yaitu Douma, sehingga terkesan serangan itu bertujuan untuk menggagalkan investigasi OPCW. Sejak awal adanya tuduhan penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah di Ghuta, kemudian Khan Sheikhun, sampai Douma, semuanya tidak terbukti siapa pelakunya. Bahkan untuk kasus Ghuta yang pertama, ketika tim investigasi mengetahui pemilik gas bukan Suriah, tetapi hanya ada dua negara di Kawasan yang memiliki jenis gas tersebut, investigasi pun hilang ditelan masa.

Kedua: Mungkin saja balasan Koalisi Rusia dilakukan melalui perang gerilya oleh milisi pro Koalisi Rusia melawan pasukan AS di Suriah dan Irak, dimana terdapat sekitar 8000 personel pasukan AS di kedua negara tersebut, disamping pegawai sipil AS lainnya.

Ketiga: Mungkin juga Rusia akan memberikan sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 kepada Suriah untuk pertahanannya ke depan, khususnya untuk menangkal serangan udara Israel.

Keempat: Hubungan Rusia-Israel saat ini berada di level paling rendah setelah Rusia mengetahui bahwa Israel berperan dalam penyerangan tadi subuh, dimana Israel telah mengetahui sebelumnya jadwal penyerangan, disamping Israel juga memberikan informasi intelijen kepada AS terkait dengan target di Suriah.

Kelima: Bisa saja untuk kedepan, Rusia akan membantu Suriah sepenuhnha guna “meng-Ghutah-kan” Idlib dan Dar’a, sehingga kedua wilayah tersebut disterilkan dari kelompok bersenjata, sebagai bentuk balas dendam Rusia.

Keenam: Setelah penyerangan airport Teyfor di Homs oleh Israel beberapa waktu yang lalu yang menewaskan 7 tentara Iran, maka ketegangan Iran-Israel semakin meningkat, karena pemerintah Iran dituntut oleh rakyatnya untuk membalas.

Ketujuh: Ketika serangan AS cs ke Suriah berangkat dari pengkalan militer AS di Qatar dan Arab Saudi, dan kedua negara itu secara terang-terangan mendukung serangan AS, maka jelas sudah siapa musuh bagi koalisi Suriah, maka untuk ke depan bisa saja kedua negara itu akan menjadi pemain utama dalam perang selanjutnya, khususnya perang melawan Iran.

Kedelapan: Kerugian AS di Irak semakin besar, mungkin sudah mencapai USD 5 triliun. Hari ini pemerintah Irak tidak mendukung serangan ke Suriah dan hampir sebagian besar rakyat Irak mendukung Suriah.

****

Serangan AS tadi subuh tampaknya telah mengakhiri pertemuan KTT Liga Arab sebelum dimulai, yang direncanakan akan digelar di Dhahran minggu besok. Negara Arab yang dibekukan keanggotaannya telah diserang oleh AS dan Israel karena berpihak pada kubu muqawamah, bukan karena penggunaan senjata kimia!

Agresi 3 Negara ini adalah yang kedua tercatat dalam sejarah Arab baru, Agresi pertama mengakhiri hegemoni Imperium Britania di Kawasan, dan mungkin Agresi kedua ini akan menjadi awal dari penarikan pasukan AS dari Kawasan, dan Suriah akan pulih seperti semula, bahkan lebih kuat, lebih demokratis dan lebih sejahtera.

Kalau bangsa Arab pada zaman jahiliah, paman dan keponakan biasa berantem dan bacok-bacokan, tetapi ketika ada tetangga yang memukul keponakan, si paman akan melupakan sejenak konfliknya dengan keponakan dan menghajar tetangga. Sayangnya, bangsa Arab modern, ketika AS yang beda suku, beda bahasa bahkan beda agama menyerang Suriah, dengan lapang dada Arab Saudi, Qatar dan Yordania memberikan jalan, bahkan mengatakan “Kurang itu, hajar lagi!”

Yang pasti, serangan tadi subuh adalah Blessing in disguise bagi Suriah, begitu kata para pengamat. Benar atau tidak, biarlah waktu yang menjawab. Tahrir Rakyul Youm. #TrumpDerangementSyndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here