Home Berita Internasional Ini Beberapa Prediksi Konflik Suriah Kedepan

Ini Beberapa Prediksi Konflik Suriah Kedepan

SHARE

Mungkin dapat disimpulkan melalui sisa-sisa rudal AS, Inggris dan Perancis yang berserakan di salah satu sudut kota Damascus bahwa serangan tersebut tidak berhasil mencapai tujuan. Serangan yang awalnya dikira dapat “melemahkan” Presiden Bashar Al Assad, justru sebaliknya malah menambah popularitas Assad di dalam maupun di luar Suriah, disamping menambah kepercayaan diri militer Suriah.

Koalisi Rusia berhasil me-manage konflik ini dengan baik sekali, Koalisi ini berhasil menjadikan serangan “show off” AS cs lewat begitu saja, meskipun banyak yang mengkritisi kenapa Rusia tidak membalasnya, sebagaimana yang diharapkan oleh banyak pihak. Di satu sisi, ada benarnya, tetapi banyak juga yang beranggapan bahwa Rusia membalas secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan rudal penangkal ke Suriah.

Kerugian Suriah dari serangan tersebut tidak seberapa, karena dua sebab; pertama karena pangkalan militer dan airport-airport militer Suriah sudah dikosongkan sebelumnya dan pesawat-pesawat tempur canggih telah dipindahkan ke pangkalan militer Rusia di Humeimim, Lattakia dan Tartous. Kedua, karena sebagian besar rudal AS, Inggris dan Perancis berhasil dijatuhkan ataupun di-scrambled sehingga tidak mengenai sasaran dengan tepat.

Pernyataan Duta Besar Rusia untuk AS, Jend. Anatoly Antonov bahwa serangan 3 negara tersebut merupakan sebuah penghinaan terhadap Presiden Vladimir Putin dan Rusia akan membalasnya, bisa saja mengindikasikan peta pergerakan Rusia ke depan dalam konflik Suriah maupun konflik internasional lainnya. Putin tidak langsung membalas ketika Turki menjatuhkan Sukhoi Rusia di dekat perbatasan Suriah, tetapi dengan “taktiknya” Putin berhasil “mengeluarkan” Turki secara de facto dari NATO dan menariknya ke dalam Koalisi Rusia.

*****

Kalau kita perhatikan dengan seksama peta konflik Suriah dan Regional saat ini, mungkin dapat kita prediksikan beberapa perkembangan baru untuk ke depan:

Pertama: Alasan penggunaan senjata kimia untuk menyerang Suriah seperti yang dilakukan tadi subuh sudah basi. Serangan tadi subuh cukup mencoreng reputasi AS cs di mata dunia, khususnya karena serangan itu dilakukan tepat pada hari dimana Tim Investigasi OPCW akan berkunjung ke TKP yaitu Douma, sehingga terkesan serangan itu bertujuan untuk menggagalkan investigasi OPCW. Sejak awal adanya tuduhan penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah di Ghuta, kemudian Khan Sheikhun, sampai Douma, semuanya tidak terbukti siapa pelakunya. Bahkan untuk kasus Ghuta yang pertama, ketika tim investigasi mengetahui pemilik gas bukan Suriah, tetapi hanya ada dua negara di Kawasan yang memiliki jenis gas tersebut, investigasi pun hilang ditelan masa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here