Home Inspirasi Bikin Soal Ujian Tak Lumrah, Guru di Aceh ini Malah Panen Pujian...

Bikin Soal Ujian Tak Lumrah, Guru di Aceh ini Malah Panen Pujian dari Netizen

431
0
SHARE

Fatma Susanti, seorang guru yang mengajar di SMA Laboratorium Universitas Syah Kuala, Aceh, punya ide menarik dalam menyajikan soal ujian Pendidikan Kewarganegaraan.

Guru yang baru lulus dari Universitas Syah Kuala pada 2012 ini memberikan soal yang jawabannya tak ada dalam buku teks atau buku pelajaran.

Jawaban setiap siswa, jelas berbeda, karena menanyakan pendapat pribadi dari setiap siswa itu.

Soal yang disajikan oleh fatma, ada di foto di bawah ini.

soal-ujian-aceh_20151209_172737

Ada 4 soal, dimana semuanya menanyakan isu kekinian, dan jawabannya harus menjadi pendapat pribadi dari siswa.

Soal pertama, siswa disuruh menganalisa pelanggaran HAM yang banyak dilakukan para pengusaha di Indonesia.

Soal kedua, siswa disuruh memberikan komentar mereka soal isu bela negara yang sempat ramai di sejumlah media beberapa waktu lalu.

Soal ketiga, siswa diminta mengomentari apakah praktik syariat Islam di Aceh, bisa menjamin kerukunan umat beragama di sana.

Dan yang terakhir, siswa diperintahkan memberi analisa mereka, tentang rendahnya keinginan masyarakat untuk ikut Pemilu (mencoblos) yang berdampak pada keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Jawaban dari empat soal itu jelas tak bisa ditemukan di dalam buku pelajaran siswa.
Menjawab pertanyaan netizen, Fatma juga menyebut bahwa ia memang menyajikan soal itu agar jawaban tiap siswa bisa beragam, dan dari pendapat mereka masing-masing.

Foto soal ujian tak lumrah ini kemudian menjadi viral di media sosial, terutama Facebook.
Seorang pengamat pendidikan di Jakarta, yang mengunggah soal ujian dari Fatma ini, memberikan pujian dengan menyebutnya sebagai seorang guru yang ‘keren’.

“Gurunya yg bikin soal keren, tidak dogmatis, melatih high order of thinking…,” tulisnya.
Netizen pun ramai-ramai memuji soal bikinan Fatma, sebagai hal yang positif.

“Wah siiippp tenan pertanyaannnya minimal anak setingkat SMA mulai turut memikirkan keadaan negaranya…” tulis netizen bernama Dadut Setiadi.

“Saya suka soalnya,… semoga guru-guru lain mau mengikuti langkah Buk Fatma Susanti ini, yg telah mengajak siswa berpikir kritis melalui soal yg dibuatnya,…Sebagai guru kita juga harus terus belajar,… dan kita juga harus terbuka terhadap masukkan dan kritikan teman2 sejawat,..” tulis Budi Azhari.

Pada Rabu (9/12/2015) hari ini, Menteri Pendidikan Anies Baswedan, datang ke Aceh terkait kegiatan diskusi pendidikan. Ia pun menyempatkan diri bertemu dan berdiskusi dengan Fatma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here