Home Dunia Islam Benturan Komunisme vs Kapitalisme, Dimana Posisi Kita?

Benturan Komunisme vs Kapitalisme, Dimana Posisi Kita?

SHARE

Dua-duanya adalah racun bagi manusia. Tapi di hadapan umat Islam, narasi-narasi pengusung sosialisme/komunisme seringkali menggambarkan tentang bahaya kapitalisme sembari secara tidak langsung membela komunisme di sisi lainnya.

Begitu juga sebaliknya, para pengusung kapitalisme yang membangun narasi bahaya komunisme, namun pada saat yang sama mereka menganut ideologi kapitalisme.

Dunia memang hendak diseret ke salah satu dari kedua kutub ini dalam rivalitas puncak kedua negara utamanya, China dan Amerika. Mereka mencari pengaruh dan partner.

Dan umat Islam yang sedang lemah memang menjadi lahan subur bagi penyebaran kedua ideologi beracun ini.

Islam sebagai agama Rabbaniyah menolak dengan tegas kedua ideologi racun ini. Petunjuk Allah Swt melalui Rasul-Nya sudah sangat sempurna untuk menyelesaikan berbagai problematika manusia, bukan hanya umat Islam.

Ini yang mesti dipahami umat Islam sehingga tidak terjebak sebagai pembebek kepada salah satu dari kedua kutub ideologi di atas.

Kedua ideologi di atas saat ini memang sedang digdaya menguasai dunia. Komunisme dengan negara pengayomnya bernama China dan kawan-kawannya. Sedangkan Kapitalisme memiliki Amerika Serikat dan barisan besarnya.

Mesti dipahami, inilah dua ideologi yang telah “memenjarakan” jutaan umat manusia di dunia.

Itu sebab, para ulama kita senantiasa menolak ideologi ini. Termasuk yang terbaru sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) karena dianggap sarat dengan kepentingan ideologi komunisme.

Kita ingin lari dari kapitalisme-liberalisme yang selama ini memiskinkan bangsa kita, tapi bukan kemudian beralih ke pelukan komunisme/sosialisme karena hal itu adalah seperti kita lari dari mulut buaya menuju mulut harimau.

Dua-duanya adalah tipuan duniawi yang menjauhkan kita dari Allah Swt yang telah menurunkan Risalah yang sempurna kepada Rasul kita, Muhammad Saw.

Jika ada seorang muslim yang tertarik kepada salah satu dari ideologi ini, baik kapitalisme maupun komunisme, maka kita harus melihat kembali bagaimana Islam – sebagai agama yang kita anut – memandang ideologi ini.

Rivalitas China vs Amerika Serikat dan kawan-kawan mereka yang sedang berlangsung saat ini bukanlah arena kita. Jangan mau diseret-seret untuk memuja Xi Jinping seolah ia adalah pahlawan yang melawan dominasi Barat. Juga jangan mau diseret-seret untuk memuja ideologi-ideologi liberal karena pada akhirnya kita hanya menjadi pembebek bagi Barat yang menjajah.

Kita perlu bahas ini karena faktanya generasi kita sudah banyak yang teracuni. Akun-akun yang memuja Xi Jinping bermunculan. Ini aneh. Tapi kita perlu merenung, ini mungkin kegagalan kita mengisi ruang kosong dakwah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here