Home Heboh Abu Janda Salah Kasi Data Tentang Bendera Ternyata dari Sini Asal Datanya

Abu Janda Salah Kasi Data Tentang Bendera Ternyata dari Sini Asal Datanya

387
0
SHARE

1. Jagat medsos ramai dengan kultwit Nadirsyah Hosen setahun lalu soal bendera Rasulullah. Tuduhan NH sebenarnya sudah tumbang sejak 1 tahun lalu ketika debat sengit dengan Yuana Ryan Tresna (YRT).

2. Dokumentasinya saya temukan di link berikut
: http://muslimbandung.id/index.php/2017/04/02/tanggapan-terhadap-nadirsyah-hosen-terkait-hadits-panji-rasulullah/

3. NH waktu itu rupanya bangkit melawan dengan tanggapan balik, tetapi tanggapan tersebut dibantah lagi oleh YRT. Remuk!

4. Dokumentasinya saya temukan di link berikut: http://muslimbandung.id/index.php/2017/04/03/tanggapan-atas-tanggapan-nadirsyah-hosen-bag-2/

5. NH dan pengikutnya yang masih percaya propaganda tsb sebaiknya belajar lagi ilmu hadits, agar tidak menelanjangi kebodohannya sendiri.

6. Hadits rayah (panji) dan liwa (bendera), selain diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nasa’i dari Jabir, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Baihaqi, Thabarani, Ibnu Abi Syaibah, dan Abu Ya’la. Hadits ini shahih. Secara jelas dikatakan bahwa warna rayah adalah hitam dan liwa adalah putih.

7. Mengatakan bahwa panji dan bendera Rasulullah yang dikampanyekan oleh HTI adalah rekaan semata, sungguh sangat menggelikan. Beberapa ulama telah bahas hal tersebut, sebut saja seperti shahib Kanz al-Ummal, Majma’ al-Zawa’id, Fath al-Bariy li Ibni Hajar, Tuhfah al-Ahwadzi, Umdah al-Qari, Faidh al-Qadir, dll.

8. Belum lagi ada banyak hadits shahih lain yang berbicara terkait rayah dan liwa. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ahmad, Ibnu Hiban, Baihaqi, Abu Dawud Thayalisi, Abu Ya’la, Nasa’i, Thabarani, dll.

9. Memang ada beberapa hadits yang berbicara rayah dan liwa dengan status hadits yang dipersoalkan oleh para ulama, seperti hadits riwayat Imam Ahmad dan Thabaraniy.

10. Apakah hadits yang menyebutkan lafazh لا إله إلا الله محمد رسول الله pada rayah liwa semuanya dha’if? Nanti dulu, dan tidak boleh tergesa-gesa. Kita harus kaji dari semua jalur periwayatan.

11. Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Abu Syaikh al-Ashbahaniy dalam Akhlaq al-Nabi dari Ibnu Abbas statusnya shahih. Adapun jalur lain dari Abu Hurairah dha’if (ada rawi Muhammad bin Abi Humaid yang munkar oleh Imam Bukhari, tidak tsiqah oleh Imam Nasa’i, dan tidak ditulis haditsnya menurut Ibnu Ma’in). Adapun dari jalur Ibnu Abbas, semua rawinya dapat diterima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here