Pernah terjadi di Negara India pada tahun 1930an. Mereka dilanda wabah ta’un (Kolera). Sehingga, ada yang mengatakan; rakyat india akan mati disebabkan ta’un. Dan lalatlah penyebabnya, lalat tidak menyehatkan dan tidak pula menyembuhkan.. semua rakyat akan mati..
Namun, seteleah dua minggu, pengamal perubatan telah mendapati rakyat India semakin pulih. Mengapa? Ada sebab: karena lalat telah menukar bakteria yang menyebabkan penyakit ini. Dan menukarnya menjadi sesuatu yang lain, yang dinamakan bacteriphages yang membunuh bakteria menggunakan sayap kedua. Lalat turun ke sumur-sumur, dan masuk ke dalam air dan membunuh bakteria. Rakyat India minum, dan mereka sembuh. Bermulalah kesehatan secara perlahan-lahan dalam tubuh mereka. [Mausuah Az-Zahabiah:1017]
M.A. Stewart, pada tahun 1934, mendapati lalat berbentuk larva, ketika ‘dicelupkan’ ke dalam luka-luka, mengeluarkan bahan ammonia dan kalsium karbonat yang menjadikan luka itu alkali. Di dalam keadaan ini kuman-kuman dapat dibunuh di samping meredakan bengkak serta mencegah kematian sel-sel. Di samping itu larva-larva ini berperanan menelan kuman-kuman bakteria dan membunuhnya.
S.W. Simmons pada tahun 1935 pula mendapati, lendir yang dikeluarkan oleh larva mampu membunuh kuman-kuman bahaya seperti Staphylococcus aureus, Haemolytic streptococci dan Clostridium welchii.
Tambahan daripada itu, pada tahun yang sama, W. Robinson mendapati larva juga mengeluarkan allantoin. Allantoin merupakan bahan protein yang membantu pertumbuhan sel-sel. Penemuan-penemuan ini dilaporkan dalam buku Insect Immunology karangan Edward Steinhaus.
Penemuan-penemuan ini menjadikan larva lalat begitu popular digunakan bagi merawat luka-luka terutamanya pada tahun 1930-an. Walau bagaimanpun popularitinya mula menurun setelah penemuan obat-u=obat antibiotik.
Baru-baru ini, bermula tahun 1982, penggunaan larva menjadi popular kembali berdasarkan kajian-kajian saintifik terkini. Hal ini dilaporkan oleh Fakultas Perobatan Universitas Indiana di Sound Medicine: October 10, 2010
Sebagai contoh, ia dicadangkan untuk digunakan bagi merawat luka disebabkan kencing manis. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Diabetes Health terbitan Mac 1995. Antara institusi perubatan yang telah menggunakan pendekatan ini ialah Long Beach Veterans Affairs Medical Center. Di Belanda pula pakar-pakar perubatan melaporkan mereka berjaya merawat sebelas kasus luka yang teruk dengan menggunakan larva lalat. Kaedah ini berhasil mengawal infeksi kuman dan menyelamatkan kasus-kasus ini dari pembedahan amputasi. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.
Maha benar Allah dalam firman-Nya
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? ” (QS Fushilat :53)



























