Home Tokoh Islam Mengenang Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Sah ke-5 Mesir yang Syahid di Penjara...

Mengenang Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Sah ke-5 Mesir yang Syahid di Penjara Penguasa Zalim

SHARE
Mengenang Syaikh Muhammad Mursi, presiden sah ke-5 Mesir yang syahid di penjara penguasa zalim, 17 Juni 2019

ENGKAU ADALAH CITA-CITA KAMI

Wahai syaikh…
engkau adalah cita-cita kami
kami yang merindukan kebenaran
engkau yang membuktikannya

Hingga maut menjemput
tak mau engkau menyerah untuk menukar kebajikan dengan kebajingan

Walau engkau disakiti sampai titik nadir seperti keluhmu, “Mereka melarang mushaf masuk ke selku. Namun mereka lupa, bahwa aku telah menghafalnya lebih dari 30 tahun. Yang aku inginkan hanyalah menyentuhnya, tidak lebih”

Tapi engkau tetap meradang gagah dengan pedang kebenaran di depan anjing-anjing penguasa zalim

Hidupmu adalah jihad fi sabilillah
Nafasmu adalah asma Allah dan takbir
Bacaanmu adalah al Qur’an yang berulang
Pikiranmu adalah kepedulian terhadap umat

Meski engkau tak mati di medan perang tapi engkau –insya Allah– mati syahid di medan “perang” pengadilan lalim, sebagaimana Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang memohon mati syahid dengan jujur kepada Allah, niscaya Allah akan menyampaikan dia pada kedudukan para syuhada’, meskipun dia mati di atas ranjangnya.” (HR. Muslim).

“Wa amitha ala syahadati fi sabilika
(Dan matikanlah aku dalam syahid di jalan-Mu),” begitu selalu doamu

Wahai syaikh…
Meski engkau telah tiada
tapi ruhmu berjalan ke seluruh dunia
menetap kuat di dada-dada pemuda muslim yang siap melanjutkan tegasmu, “Hanya Allah yang aku takuti! Tiada hidup kecuali harus mulia atau mati karenanya!!”

Akan ada seribu, dua ribu, seratus ribu, sejuta, dan berjuta-juta mursi yang akan meneruskan perjuanganmu, sebagaimana janji Allah,
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” (QS. Al-Baqarah: 154).

Sebab hukum alam (Allah) sudah ditulis : Setiap syahid satu mujahid akan lahir berjuta mujahid lainnya, walau orang-orang munafiq, kafir, dan musyrikin membencinya. “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk Dia memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya” (Qs. Ash-Shaf, Ayat 9).

Saat ini kami lebih layak menangisi diri kami dibandingkan dirimu, wahai Syaikh

Di saat engkau telah tersenyum bahagia menemui Robbmu memenuhi janji istiqomahmu

Kami disini masih gelisah seperti apa keadaan kematian kami

Akankah sebahagia dirimu? Mati dalam keadaan menjunjung tinggi kalimat Allah?

Wahai syaikh…
Engkau adalah cita-cita kami
kami yang merindukan kebenaran
sedang engkau yang telah membuktikannya

Malu kami jika tidak meneruskan perjuanganmu
Aib kami jika mengenangmu tanpa arti

Di haribaan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang engkau tersenyum bahagia
sebab sepeninggalmu ada barisan mursi-mursi lainnya.

SHARE
Previous articleBenturan Komunisme vs Kapitalisme, Dimana Posisi Kita?
Next articleKadrun dan Radikal
Direktur Eksekutif Lembaga Manajemen LP2U yang bergerak di bidang pemberdayaan manusia (Human Resources). Selain sebagai widyaiswara di Kementerian Keuangan dan Dosen STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), aktivitas ayah dari enam orang anak ini juga menjadi trainer pelatihan tentang manajemen dan kepemimpinan dengan lebih dari 3000 jam pelatihan, penceramah dan pembicara di berbagai seminar. Peraih gelar Magister Manajemen (MM) dan Master of Bussiness Administration (MBA) ini aktif di berbagai kegiatan dan organisasi Islam sejak mahasiswa tahun pertama. Aktif membina berbagai halaqoh sejak 1988. Selain buku 'Burn Yourself', buku yang telah dihasilkan antara lain: serial Manajemen Haraki, 77 Problematika Aktual Halaqoh I, Breaking The Time, Murobbi Sukses, Kreatifitas Plus dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here