Home Uncategorized “Kami Kudeta Mursi, Karena Mursi Menghalangi Sex Bebas”

“Kami Kudeta Mursi, Karena Mursi Menghalangi Sex Bebas”

681
3
SHARE

Dalam wawancara yang disiarkan sebuah TV di Mesir, Theodorus II pemimpin Kristen Koptik tertinggi di Mesir menegaskan, “Kami meminta militer melengserkan Mursi, karena ia menjadi penghalang kampanye seks bebas dan mengumbar aurat.” Dalam wawancara sesaat setelah Mursi dikudeta, Theodorus menegaskan, “Syariat Islam menjadi penghalang kemajan Mesir.”

Kini di Mesir, koran-korann yang dimiliki penguasa Kristen sangat berani mengumbar foto-foto wanita telanjang plus. Bahkan lomba tari semi telanjang akan diadakan mirip dengan American Idol dengan audisi dan siaran Live dukungan melalui SMS. Panitia acara menari semi telanjang bahkan menegaskan, “Kami tidak peduli dengan pandangan Al-Azhar tentang acara kami.”

Di sisi lain, pemimpin Salafy -mungkin juga HT- mulai tersadarkan atas kekeliruan membantu junta kudeta di Mesir. Terutama setalah para pemimpin Salafy, bagaimanapun terkenal dan jamaahnya banyak, tidak lagi mendapat tempat di masjid-masjid sebelum mendapatkan izin dari Kementerian Wakaf (Kemenagnya Mesir).

Namun, kalangan Islamis di Mesir tidak patah arang. Selain tekanan dengan gerakan dan aksi-aksi rutin ke jalan, mereka kini justru memperkuat markaz-markaz tahfizh Al-Qur’an dan kursus-kursus kajian keislaman yang berizin Al-Azhar. Walau tak segemerlap di era Mursi, nampak masjid-masjid selalu penuh. Benar yang dikatakan Umar bin Khattab, “La ya’riful Islam man lam ya’rif al-jaahiliyyah” (tidak akan mengenal kesempurnaan Islam, jika tidak mengenal jahiliyah).

Rakyat Mesir baru sadar pentingnya peran Mursi dan Ikhwanul Muslimin, setelah mengalami nasib di era kudeta As-Sisi. Generasi muda yang lahir di masa Mubarak, tentu menjalani kehidupan yang berbeda dengan generasi tua yang hidup di era Sadat atau Nasser. Bagi kaum muda Mesir, penghujung akhir era Mubarak masih jauh lebih manusiawi dibanding era saat ini. Sedang era Mursi dianggap era keemasan. Satu-satunya presiden yang rela dicaci maki 24 jam. Bahkan Mursi menjadi tumpahan kekesalan hingga saat ban meletus. Namun di era kudeta, semua tiarap termasuk yang dahulu menyebut Mursi, Mubarak berjanggut atau Penguasa Muslim tapi jauh dari Islam.[piyunganonline]

3 COMMENTS

  1. PENGERTIAN THOGHUT :

    IMAM ASY SYAFI’I :
    “Siapa yang berijtihad dan MENETAPKAN HUKUM di luar hukum dan aturan Islam,
    dia bukan seorang mujtahid dan bukan seorang muslim,
    baik sesuai Islam ataupun menyelisihi ajaran Islam.
    Dia adalah orang yang tidak berakal,
    dia menjadi kafir karena menyelisihi hukum dan ketentuan Islam.”
    [Kitab Kalimah Al Haqin, hal.96]

    Syaikhul Islam IBNU TAIMIYAH :
    “Tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak meyakini wajibnya berhukum
    terhadap apa yang Allah dan RasulNya turunkan, dia adalah kafir.
    Barangsiapa yang MENERAPKAN HUKUM BUATAN dan tidak mengikuti apa yang Allah turunkan,
    dia adalah kafir, tidak ada satu umat pun melainkan diperintah
    untuk berhukum dengan hukum yang benar.”
    [Majmu’ Fatawa jilid.3]

    IMAM HANAFI :
    “Jika seorang penguasa meyakini bahwa hukum yang Allah turunkan
    tidak wajib diamalkan atau boleh memilah-milih hukum Allah
    yang sesuai dengan seleranya meskipun masih meyakini tentang wajibnya,
    dia telah berbuat kufur akbar (menjadi kafir).”
    [Syarah Al Aqidah AthThahawiyah, 2/446]

    IMAM MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB :
    “Thaghut beraneka ragam bentuknya, induknya ada 5 macam, yaitu:
    1. Syaithan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah.
    2. Penguasa zhalim yang merubah hukum Allah.
    3. Orang yang berhukum kepada selain hukum Allah.
    4. Orang yang mempelajari ilmu ghaib.
    5. Orang yang disembah selain Allah dan ridha terhadap persembahan yang diperuntukkan baginya.”
    [Majmu’ At Tauhid hal.14-15]

  2. Tentang Hukum Syariat Islam, Pemimpin Thoghut, dan Ulama Suu’ :

    QS Al-Maa’idah ayat 44 :
    Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.
    Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
    maka mereka itu adalah orang-orang yang KAFIR.

    QS Al-Maa’idah ayat 50 :
    Apakah hukum Jahiliyah (buatan manusia) yang mereka kehendaki, dan
    (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi
    orang-orang yang yakin (beriman) ?

    QS Al-Mumtahanah ayat 10 :
    Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu.
    Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    QS Al-An ‘Aam ayat 114-115 :
    Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah,
    padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu
    dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab
    kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan
    dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali
    termasuk orang yang ragu-ragu.
    Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran)
    sebagai kalimat yang benar dan adil.
    Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan
    Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

    QS At Tiin ayat 8:
    Bukankah Allah (adalah) Hakim yang paling adil?

    QS Yunus ayat 109 :
    Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu,
    dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan
    Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

    QS Al Kahfi ayat 26 :
    dan Dia (Allah) tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya
    dalam menetapkan keputusan.”

    QS Al-A’raf ayat 182-183 :
    “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qu’ran & As-Sunnah),
    akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (kearah kebinasaan),
    dengan cara yang tidak mereka ketahui.
    Dan Aku akan memberikan tenggang waktu, sungguh rencana-Ku sangat teguh.”

    QS Al Baqarah ayat 85 :
    Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Al-Quran) dan
    ingkar terhadap sebagian yang lain?
    Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian
    darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia,
    dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada
    siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa
    yang kamu perbuat

    QS Al-Aaraf ayat 175-177 :
    Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya
    ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri
    dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda),
    maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.
    Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan
    ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya
    yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya
    lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah
    perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka)
    kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
    Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada
    diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

    QS At Taubah ayat 33 :
    Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran)dan agama yang benar
    untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai (membencinya).

    QS Al Baqarah ayat 256 :
    Barangsiapa yang Kafir kepada THOGHUT dan Iman kepada Allah
    maka dia telah berpegang teguh kepada Al Urwah Al Wutsqa
    yang tidak ada putusnya.” (Al Baqarah : 256)

    (Al Urwah Al Wutsqa = kalimat Tauhid “La ilaha Ilallah”)

    QS An Nisaa’ ayat 60 :
    “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku
    bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu,
    dan kepada apa yang diturunkan sebelummu?
    Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada THOGHUT,
    padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari THOGHUT.
    Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.”

    QS An Nisaa’ ayat 76 :
    Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah,
    dan orang-orang yang kafir berperang di jalan THOGHUT,,
    sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu,
    karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

    QS An Nahl ayat 36 :
    Dan telah kami utus pada tiap ummat seorang rasul (untuk menyeru kaumnya)
    ibadatilah Allah dan jauhilah THOGHUT.

    QS Az Zumar ayat 17 :
    Dan orang orang yang menjauhi THOGHUT untuk tidak mengibadatinya dan
    kembali kepada Allah, bagi mereka kabar gembira.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah RA berkata:
    “Dan kapan saja seorang alim meninggalkan apa yang dia ketahui
    dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya
    lalu mengikuti hukum penguasa (hukum pemerintah THOGHUT) yang bertentangan
    dengan hukum Alloh dan Rasul-Nya, maka ia telah murtad dan kafir
    serta pantas baginya mendapatkan siksa di dunia dan di akhirat.”
    (Majmu’ Fatawa, 35/373).

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah RA juga berkata :
    “Dan barangsiapa berbuat di muka bumi tanpa berlandaskan kepada kitab Allah dan sunnah
    rasul-Nya maka berarti ia telah bekerja untuk berbuat kerusakan di muka bumi.”
    (Majmu’ Fatawa, 28/470)

    Abu Dzar berkata :
    “Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda :
    “Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi Dajjal”.
    Kemudian aku merasa takut, sehingga aku berkata :
    “Yaa Rasululloh apa itu…? ”
    Beliau bersabda : “Ulama yang sesat lagi menyesatkan (ulama suu’)”.
    {Musnad Ahmad (5/145) no 21334 dan 21335}.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here