Home Nasional Teori Ahok Tentang Allah SWT dan Nabi Muhammad

Teori Ahok Tentang Allah SWT dan Nabi Muhammad

292
0
SHARE

329883_gubernur-dki-jakarta--basuki-tjahaja-purnama-alias-ahok_663_382Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berteori mengenai penyebab Allah SWT memilih Nabi Muhammad SAW menjadi penyebar wahyu di muka bumi.

Ahok mengatakan, Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang handal. Sebagai seorang pedagang, Nabi memiliki sifat yang bersahabat kepada semua orang. Sifat bersahabat itu telah membuat Nabi Muhammad mampu berdagang sampai ke negeri-negeri yang jauh, hingga ke negeri Syam yang saat ini menjadi negara Suriah.

Atas dasar sifat bersahabat dan keluwesan berdagang yang membuat Nabi Muhammad mudah diterima banyak orang, Ahok mengatakan Allah SWT memilih Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul terakhir penyebar ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

“Saya berpikir Allah SWT memilih Nabi Muhammad SAW karena bila beliau pintar berdagang dan pintar bersahabat, ajaran Islam tentu akan mudah beliau sebarkan,” ujar Ahok di hadapan para ulama Jakarta yang menghadiri acara Halaqah di Masjid Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 12 Agustus 2015.

Ia menyayangkan mulai ditinggalkannya kebiasaan Rasul berdagang oleh umat Islam masa kini. Padahal, bila umat Muslim benar-benar menghayati konsep ‘Islam rahmatan lil alamin’ atau agama Islam sebagai suatu rahmat bagi sekalian penghuni alam, Ahok mengatakan umat Muslim bisa menyebarkan ajaran agamanya, salah satunya, dengan cara berdagang.

Baca Juga:   Romahurmuzzy: Selama Orde Baru PPP Selalu Dalam Posisi Tiga Besar

Di bawah kepemimpinannya, Ahok mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI mendukung kembalinya pelaksanaan ajaran agama Islam di wilayah Jakarta ke konsep-konsep yang diajarkan Nabi. Salah satunya adalah dengan memberdayakan rumah-rumah ibadah masjid.

Kepada para pengurus masjid Jakarta Islamic Center sebagai salah satu masjid terbesar di Jakarta, Ahok mengatakan Pemerintah Provinsi DKI mulai tahun ini hingga beberapa tahun ke depan telah menyalurkan dana hibah yang nilainya mencapai Rp11 miliar.

Dana hibah itu digunakan untuk mengembangkan masjid, antara lain dengan membangun Museum Sejarah Islam Indonesia, mendirikan boarding school SMK Teknologi Informasi, membangun pusat pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga terakhir, mendirikan pusat pelatihan yang mengajarkan kemampuan berdagang layaknya Nabi, kepada para pemuda Muslim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here