Home Aqidah Islam Istri Gembong Syiah: Nikah Mut’ah Solusi Menjaga Kesucian Wanita

Istri Gembong Syiah: Nikah Mut’ah Solusi Menjaga Kesucian Wanita

6618
0
SHARE
Istri gembong Syiah Jalaluddin Rakhmat, Emilia Renita AZ, mengaku dirinya tidak pernah melakukan nikah mut’ah. Namun, ia juga mengatakan, nikah mut’ah yang menjadi ajaran Syiah merupakan solusi menjaga kesucian wanita. Hal itu disampaikannya pada debat kebenaran Syiah dengan dai Sunni, Muhammad Abdurrahman Al Amiry, 1 Maret lalu.

Seperti diberitakan Fimadani, di awal debat, ketika Muhammad Abdurrahman Al Amiry menanyakan apakah dirinya sudah melakukan nikah mut’ah, Emilia menjawab dirinya tidak pernah nikah mut’ah dan tidak berminat nikah mut’ah. Sebabnya, ia mengaku sebagai pengikut Syiah yang menjaga iffah.

Mendapat pukulan telak karena tidak mau melaksanakan nikah mut’ah, Emilia Renita kemudian ngeles dan malah menanggapi debat dengan memberikan dalil kebolehan nikah mut’ah menurut referensi Sunni, padahal yang jadi tema pokok pembahasan adalah mengapa Emilia menolak amalan nikah mut’ah sedangkan dia adalah pembesar Syiah.

Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry pun menanggapi, “Ingat, Anda telah mengatakan bahwasanya Anda tidak mau nikah mut’ah. Seharusnya Anda membawakan dalil akan keharaman nikah mut’ah dalam kitab-kitab Syiah bukan malah membawakan dalil yang membolehkan nikah mutah. Bukankah Anda yang menyatakan bahwasanya mut’ah itu jorok? Kenapa sekarang Anda malah membolehkannya? Kontradiktif.”

Emilia Renita malah menanggapi sebagai berikut, “Saya tidak pernah bilang mut’ah itu jorok. Saya ini Syiah yang tidak mungkin mengharamkan nikah mut’ah, karena itu ada dalil kuat untuk menghalalkannya. Tapi saya jelaskan, saya tidak melakukannya karena tidak semua yang halal dalam Al Qur’an harus kita lakukan. Nikah mutah adalah solusi buat para wanita menjaga iffahnya.”

Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry pun menanggapi, “Memang semua yang halal tidak harus dilakukan, akan tetapi nikah mut’ah dalam ajaran Syiah bukan hanya sekedar halal tapi “wajib”. Karena ada riwayat Syiah yang mengancam orang-orang yang tidak melakukan nikah mutah. Jadi Anda pun wajib melakukannya karena mut’ah bukan hanya sekedar halal tapi wajib karena ada ancaman bagi yang meninggalkan mut’ah. Salah satu ancaman dalam kitab Syiah bagi orang yang tidak melakukan nikah mut’ah:

مَنْ خَرَجَ مِنَ الدُّنْيَا وَلَمْ يَتَمَتَّعْ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ أَجْدَعُ

“Barang siapa yang keluar dari dunia (wafat) dan dia tidak nikah mut’ah maka dia datang pada hari kiamat sedangkan kemaluannya terpotong.” (Tafsir Manhaj Ash Shadiqin 2/489)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here