Home Heboh Benarkah Bila Sayyidah Aisyah Marah, Rasulullah “Mencubit” Hidung-nya?

Benarkah Bila Sayyidah Aisyah Marah, Rasulullah “Mencubit” Hidung-nya?

SHARE

Pada lirik lagu “Aisyah Istri Rasulullah” yang lagi viral itu ada penggalan lirik yang agak ganjal sich menurut saya. Redaksinya begini:

“Bila marah, Nabi kan memanja..”
“Mencubit hidungnya…”
“Aisyah… “

Apakah benar, ketika Sayyidah Aisyah marah, Rasulullah mencubit hidungnya Aisyah?

Adakah riwayat hadits seperti itu?
Apakah sudah dikaji betul kebenaran riwayatnya sebelum membuat lirik lagu tentang sosok mulia istri Rasulullah itu?

Riwayat hadits yang kami temukan seperti ini redaksinya:

عن عائشة قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا غضبت عائشة وضع يده على منكبها فقال: اللهم اغفر لها ذنبها واذهب غيظ قلبها وأعذها من مضلات الفتن.

“Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, manakala Aisyah marah (cemburu), maka Nabi Saw pun meletakkan tangan di pundaknya (Aisyah) seraya mendoakan:

“Ya Allah, berilah ampunan dosa baginya. Hilangkan kemarahan hatinya. Lindungilah dia dari kesesatan fitnah.”

Hadits ini ditakhrij oleh Ibn Asakir dalam Tarikh Dimasyq. Dan juga disebutkan oleh Abu Mansur bin Ibn Asakir dalam Al-‘Arbain fi Manaqib Ummahatil Mu’minin.

Dengan jalur perawinya melalui Sulaiman bin Umar bin Khalid ar-Raqy an-Nabiqiyyah dari Yazid bin Ayham bin Syarih dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha.

Menurut pandangan Ibn Hajar al-Atsqalany jalur periwayatan hadits dari jalur dari Yazid bin Ayham bin Ibn Syarih masih dapat diterima [maqbul]. Hadits ini benar adanya, Rasulullah memegangi pundaknya seraya mendo’akannya.

Meski jika didasarkan pada jalur Baqiyyah dan Walid bin Abdurahman, maka derajat kualitas haditsnya turun menjadi “Mudallas” alias “Mardud” alias hadits palsu, sebab kedua perawinya terkenal sering berdusta.

Memang ada hadits yang redaksinya:

Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha berkata : Rasulullah Saw menemuiku sedangkan aku dalam keadaan marah. Maka beliau menarik ujung persendian hidungku, lalu memencetnya.

فأخذ بطرف المفصل من أنفي ، فعركه

Namun, perlu diketahui bahwa derajat haditsnya Mursal dan dinilai cacat, sebab diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Abi Laily dari Muadz bin Jabbal dari Sayyidah Aisyah.

Sedangkan pada saat itu, Abdurrahman sendiri, pada masa Muadz bin Jabbal wafat, ia masih berusia 6 tahun, sehingga Imam Turmudzi menghukumi kualitas haditsnya sebagai Mursal alias tertolak. Diragukan apakah perawinya memang benar mendengar hadits itu atau tidak?!

Nah, jika dibandingkan dengan hadits yang saya sebutkan sebelumnya dimana Nabi Saw memegang pundak Sayyidah Aisyah dari jalur Sulaiman bin Umar bin Khalid An-Nabiqiyyah dari Yazid bin Ayham bin Syarih dari Aisyah, lebih jelas jalur periwayatannya.

Lantas yang menjadi pertanyaannya, apakah Nabi Muhammad Saw mencubit hidung Aisyah atau kah sekedar mencuilnya saja? Adakah riwayat haditsnya yang kualitas derajat haditsnya shahih, minimal derajat Hasan lah?

Ini perlu kajian lagi. Intinya, perlu kehati-hatian ya bicara soal akhlak Rasulullah Saw. Jangan asal saja mengadopsi hadits dalam lirik lagu demi kepentingan materi dan populiritas semata.

Alih-alih orang meneladani Rasulullah atau Sayyidah Aisyah, malahan nanti jangan-jangan orang jadi salah kaprah dalam bertindak atas nama Sunnah Nabi.

Jangan sampai nanti justru memunculkan banyak pasangan muda-mudi yang latah dan berantem gara-gara pasangannya yang terobsesi dengan lagu itu pengen “nyubit” hidung pasangannya yang lagi pakai maskeran.

Makanya, nich versi orang Indonesia paling jago soal romantisan, hehe..

Wallahu ‘alam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here