SHARE

Bukan Papua namanya jika jauh dari kata unik, indah, ramah dan bersahabat maupun terjaga tingkat toleransi beragama antara satu kepercayaan dengan kepercayaan lainnya.

Hal tersebut dikatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mencoba berbagi pengalaman ketika dirinya menjabat sebagai Kapolda Papua Muslim selama dua tahun di provinsi paling timur Indonesia itu.

“Saya dua tahun (menjabat) Kapolda Papua, pertama kali Kapolda Islam di sana. Pertama, saya ditolak. Tapi, saya berdialog dengan Pastur dan Uskup. Alhamdulillah, saya pulang (kembali ke Jakarta) mereka melepas dengan rasa tangis,” kata Tito saat menjadi tamu dalam tabligh akbar yang diselenggarakan majelis taklim Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsy alias Habib Kwitang di Masjid Jami Al-Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat dilansir detik.com, Minggu (20/11).

Meskipun diakui Tito jumlah umat muslim terbilang sedikit, namun toleransi beragama di Papua perlu dicontohi karena masyarakat Papua dapat hidup saling berdampingan di tengah-tengah perbedaan tersebut.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun mengajak warga Jakarta bisa meniru toleransi di Papua. Sehingga, tercipta kedamaian bagi semua.

“Kita dari Sabang sampai Merauke harus jaga (toleransi). Perlu dijaga keamanan juga,” pungkas Tito.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY