SHARE

Pendidikan Jasmani adalah salah satu pola pendidikan menyeluruh yang diajarkan di pesantren. Karena di pesantren itu pola pendidikaanya syumul (menyeluruh) dan Kaffah (Kumplit). Karena seluruh potensi pendidikan yang bisa diberikan kepada murid maka diberikan oleh pesantren. Pendidikan Akliyah (Akal), Jasmaniyah (Fisik), Adaban (Adan dan perliaku) dan Khuluqan (Akhalq Islamiyah). Maka penilaian secara akliyah saja melalui ujian belumlah cukup menggambarkan potensi lain yang dimiliki santri, meskipun itu adalah tolak ukur utama mengetahui proses pembelajaran di pesantren.

Lalu apa Fungsi Pendidikan Jasmani? Dulu kami di ajarkan sebuah kata mutiara Arab bahwa Akal yang sehat terdapat pada raga yang kuat. Maka itu kehiduan jasmaniah santri mendapat perhatian serius di pesantren. Lapangan olah raga di bangun, pepohonan ditebang, disiapkan untuk jadi sarana berolah raga santri. Tidak semuanya di buat gedung, harus ada yang buat tempat berolah raga.

Karena sifatnya adalah pendidikan, maka santri harus diddik dan di arahkan, bukan berolah raga dengan liar dan sekedar bebas. Tapi berolah raga yang teratur.Diajarkan pula tata aturan permainnya, dibentuk pula organisasinya dengan baik, dikelola juga club olah raga itu dengan cara pesantren. Bermain bola yang baik, bermain basket yang baik, bermain Voli yang baik, bulu tangkis yang baik, dan berbagai permainan lain harus diarahkan untuk menunjang kompetensi pembelajaran santri. Juga tak kalah pentingnya adalah, kesediaan untuk menerima kekalahan. Bahwa olah raga dimanapun adalah permainan. Harus ada yang kalah dan harus ada yang menang. Jadi menerima kekalahan bukanlah aib, tapi memandang bahwa ada yang klebih baik dan perlu di contoh, dan Lebih dari sekedar itu, olah raga adalah salah satu aktifitas yang membuat santri lebih cepat “melupakan” rumah dan beradaptasi dengan pesantren.

Dengan berolah raga maka energi besar mereka tersalurkan, kegembiraan mereka tersampaikan, gemuruh gejolak jiwa mereka terlontarkan, sehingga dengan mudah semua kenangan tentang rumahpun akan ditinggalkan.Mereka akan lebih tenang, lebih mudah belajar dan lebih santai di pesantren. Tidak terfikir rumah, tidak terfikir ayah atau ibu, juga halmlain. Jadi saran yang harus dibangun ketika membuat pesantren adalah, Masjid, Asrama, dan Sarana Olah Raga. In mutlak karena penting.

Pendidikan jasmani juga penting untuk mengasah kemampuan santri melakukaj manajemen waktu. Tidak semua waktu harus habis dengan olah raga. Tidak semua perhatian harus tuntuas dengan olah raga. Harus dibagi-bagi. Kapan waktu buat belajar, kapan waktu makan, kapan waktu tidur, dan kapan waktu berlahraga. Sehingga semuanya teratur rapi, dan mendapat hasil sebagaimana yang diharapkan. Olah raga santri memang bukanlah profesional, tapi sekedar pendidikan jasmani untuk membuat santri belajar dengan lebih tenang karena mereka sehat.

Jadi siapa bilang di pesantren itu cuma ngaji doang?? he…he…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY