SHARE

Ormas Islam Ikhwanul Fata (Forum Persaudaraan Pemuda Samalanga) Aceh, angkat bicara mengenai pemberlakuan peraturan pemerintah memperbolehkan kolom agama pada KTP di kosongkan.

Mirza Putra Samalanga, selaku ketua Ikhwanul Fata mengatakan, kami masyarakat Aceh sangat kecewa dengan sikap Mendagri menyangkut pemberlakuan peraturan memperbolehkan kolom agama pada KTP di kosongkan. Ia menilai, ini merupakan salah satu strategi kristenisasi Indonesia “termasuk Aceh” yang dilakukan pemerintahan Jokowi Dodo, hal ini sangat kita sayangkan, dengan pemberlakuan hal yang dimaksud justru akan menimbulkan perpecahan antara ummat islam di seluruh dunia, terutama Aceh dan Indonesia.

Pemerintahan Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi terkesan terlalu memaksakan aceh untuk pisah dari Indonesia, “ Jangan paksakan masyarakat aceh menjadi pemberontak terhadap Indonesia”.

Ini sama saja kembali memancing luka aceh untuk bangkit kembali. Padahal masih banyak yang perlu mereka perhatikan seperti sektor pertanian, pendidikan dan lain hal, bukan malah mengurus kolom agama di KTP yang hanya akan memperkeruh suasana sehingga terhambatnya pembangunan Indonesia.

Lagi pula selama kepemimpinan pemerintahan presiden presiden tahun tahun sebelumnya, tidak menjadi permasalahan tentang kolom KTP, kenapa sekarang seolah olah seperti hal yang paling urgen. Kami berharap, mereka dapat mengkaji ulang menyangkut hal ini, jangan sampai timbul perceraian kembali Antara Aceh dan Republik Indonesia hanya karna agama, kami dari lembaga Ikhwanul Fata dan ormas islam lainnya akan terus mengawal kasus ini.

Sumber : Haba Aceh

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY